Pesantren Ramadan Masjid Al Kautsar Perkuat Tahfiz dan Edukasi Digital

  • 08 Mar 2026 16:31 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Memasuki minggu kedua pelaksanaan Pesantren Ramadan, berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter terus dijalankan oleh para peserta di Masjid Al Kautsar, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Ketua Pesantren Ramadan Masjid Al Kautsar, Firdaus pada Minggu 8 Maret 2026 mengatakan, sejumlah program rutin dilaksanakan setiap hari oleh para peserta, di antaranya penampilan kultum dan pembacaan Asmaul Husna setelah salat berjamaah.

Selain itu, peserta juga diwajibkan mengikuti kegiatan tahfiz dan tadarus Al-Qur’an setiap hari sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta melatih kemampuan menghafal ayat suci. “Selain kultum dan Asmaul Husna, peserta juga diwajibkan menghafal Al-Qur’an melalui program tahfiz dan tadarus setiap hari,” kata Firdaus.

Dalam kegiatan praktik ibadah, peserta pesantren juga diberikan pembelajaran langsung seperti praktik salat jenazah dan salat Jumat, sehingga mereka tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mempraktikkan ibadah dengan benar.

Tidak hanya fokus pada pembinaan ibadah, peserta pesantren Ramadan di Masjid Al Kautsar juga dibekali nilai-nilai sosial, salah satunya pemahaman mengenai dampak positif dan negatif penggunaan gadget. Para peserta kemudian diminta membuat karya kelompok terkait materi tersebut untuk dipresentasikan dan dipajang di papan informasi masjid.

Firdaus berharap kegiatan pesantren Ramadan ini mampu membentuk perubahan perilaku dan karakter peserta, sehingga mereka dapat istiqamah menjalankan salat lima waktu serta termotivasi menjadi penghafal Al-Qur’an. “Kami berharap selama mengikuti pesantren Ramadan ini, peserta dapat memperbaiki perilaku dan karakter, istiqamah menjalankan salat lima waktu, serta mampu mencetak hafiz Al-Qur’an,” ujarnya.

Pelaksanaan pesantren Ramadan di Masjid Al Kautsar juga terintegrasi dengan program Smart Surau yang digagas Pemerintah Kota Padang. Melalui program ini, kehadiran peserta pada setiap salat berjamaah lima waktu dicatat melalui pemindaian barcode menggunakan aplikasi Smart Surau.

Program tersebut dinilai mampu mendorong para peserta untuk lebih rajin melaksanakan salat berjamaah di masjid. “Dengan adanya Smart Surau, anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk selalu berjamaah di masjid. Diharapkan kebiasaan ini terus berlanjut meski Ramadan telah berakhir,” tambahnya.

Adapun rangkaian kegiatan pesantren Ramadan untuk siswa SMP dimulai sejak salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan ceramah oleh pemateri hingga pukul 08.30 WIB. Sementara itu, untuk peserta tingkat SD, kegiatan difokuskan pada pelaksanaan salat Duha dan tadarus Al-Qur’an, serta menghafal surat-surat pendek yang telah ditentukan sesuai bahan ajar dari sekolah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....