RRI.CO.ID, Padang - I’tikaf adalah ibadah yang dilakukan setelah tarawih guna mendekatkan diri kepada Allah SWT, memfokuskan hati dan pikiran hanya kepada-Nya. Demikian disampaikan Ustadz Suhefri saat memberikan tausiah kepada jama’ah Masjid Muhsinin kota Padang, Senin, 23 Februari 2026. I’tikaf dapat berarti berdiam diri di masjid dan melakukan ibadah seperti shalat, zikir membaca Al-Qur’an dan berdo’a.
I’tikaf menjadi ibadah sunnah yang dapat dilakukan umat Islam khususnya pada bulan Ramadhan, dilakukan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT di rumah-Nya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 125, dengan terjemahan, "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku' dan yang sujud'.
Melaksanakan i’tikaf berarti mengikuti sunnah Rasulullah, dan menjadi salah satu keutamaannya. Ustadz Suhefri menyampaikan, Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan I’tikaf pada 10 malam terakhir hingga beliau wafat, yang berarti besarnya perhatian dan kecintaan Rasulullah dalam menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh ibadah.
Selain itu, ketika seorang muslim melakukan i’tikaf dengan berdiam diri di masjid, maka besarlah kesempatannya untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Seorang muslim memiliki peluang lebih besar untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang khusyuk dan membantunya menghindar dari kesibukan dunia sehingga lebih fokus dalam berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.
Tidak hanya itu, i’tikaf di dalam sebuah masjid yang tenang dan penuh berkah, mampu menumbuhkan rasa ikhlas dan kesabaran serta ketenangan batin bagi yang melaksanakannya. I’tikaf juga menjadi wadah untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan emosional dengan Allah SWT.
Seseorang yang beri’tikaf di bulan Ramadhan akan belajar menjaga perilaku, lisan dan membatasi diri dari perbuatan yang sia-sia. Hal ini tentu saja dapat bermanfaat untuk membentuk pribadi yang sabar, disiplin dan penuh dengan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari bahkan di luar bulan Ramadhan.
Keutamaan lain dari i’tikaf adalah dilipatgandakannya pahala, dimana apapun amal ibadah yang telah dilakukan akan mendapat ganjaran pahala yang besar. Melakukan i’tikaf berarti telah mengisi kehidupan dengan ibadah sehingga seorang muslim memiliki kesempatan untuk meraih pahala sebagai invetasi akhirat kelak.
I’tikaf bukan hanya berdiam diri di masjid, namun ada nilai yang didapatkan, yaitu tentang pentingnya menyisihkan waktu khusus untuk mengevaluasi diri. Seorang muslim dapat merenungi perjalanan hidupnya, memohon ampun atas dosa-dosa, serta memperbaharui tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....