"Mokel" Pengingat Komitmen Ibadah Puasa

  • 21 Feb 2026 13:56 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Salah satu istilah gaul yang teringat ketika bulan Ramadan tiba adalah “mokel”, yang berarti membatalkan puasa sebelum waktu berbuka puasa tanpa alasan yang jelas dan sesuai dengan ajaran Islam. Menurut Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, arti kata “mokel” adalah membatalkan puasa sebelum waktunya secara diam-diam.

Sementara itu, jika ditilik secara etimologis, menurut laman resmi BAZNAS, istilah mokel berasal dari bahasa Jawa yang berarti “batal” atau “tidak jadi”. Kata tersebut seringkali digunakan dalam pergaulan sehari-hari untuk menyebut seseorang yang diam-diam makan atau minum sebelum waktu bedug berbuka puasa berbunyi dan adzan Maghrib dikumandangkan.

Dilansir dari Jurnal Media Ilmu, UMSB (2024), kata “mokel” mulai trend pada bulan Ramadan tahun 2024 yang lalu. Menurut jurnal tersebut, “mokel” menjadi salah satu perilaku yang tidak diperbolehkan atau tidak sah dalam berpuasa karena tidak sesuai dengan Al-Qur;an Surah Al-Baqarah ayat 183 dimana umat Islam diperintahkan untuk berpuasa agar menjadi pribadi yang bertakwa.

Fenomena “mokel” sering terjadi dengan berbagai alasan, mulai dari tidak kuat menahan lapar dan haus bahkan hingga trend ikut-ikutan atau candaan. Namun, apapun alasannya, “mokel” tetap bertentangan dengan ajaran Islam karena bertentangan dengan komitmen seorang muslim dalam beribadah.

“Mokel” menjadi sebuah tantangan dan ujian dalam menjalankan ibadah puasa, karena berpuasa di bulan Ramadan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. Bulan Ramadhan mengajarkan bagaimana seorang muslim melatih disiplin dan kesabaran serta mampu mengendalikan diri dan menjaga kejujuran.

Berbeda dengan “mokel”, seorang muslim memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika sedang dalam keadaan sakit, perjalanan jauh ataupun kondisi-kondisi tertentu lainnya yang telah diatur dalam syariat Islam. Tidak berpuasa dalam situasi tersebut bukanlah “mokel” akan tetapi adalah bentuk keringanan (rukhsah) yang disahkan secara agama.

Disamping menjadi tantangan, “mokel” tentunya dapat menjadi pengingat bagi umat Islam dalam menjaga komitmen beribadah dan patuh kepada perintah Allah SWT. Pada hakikatnya, puasa tidak hanya menahan untuk tidak makan dan minum di siang hari, melainkan sebuah tanggung jawab dan latihan membangun karakter takwa, kejujuran seorang muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....