Safari Ramadan di Salareh Aia, Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Mendesak

  • 21 Feb 2026 00:57 WIB
  •  Padang
RRI.CO.ID, Padang - Di tengah upaya bangkit dari duka pascabencana, warga Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam mendapat kunjungan Tim Safari Ramadan 1447 Hijriah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan diselenggarakan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari bencana yang terjadi. Sebab bencana yang melanda Salareh Aia Timur dan sejumlah wilayah lain di Sumbar merupakan kehendak Allah SWT.

“Semua kuasa Allah, bahkan yang terjadi di luar dugaan kita semua. Ini pertanda Allah Maha Kuasa, menguasai alam semesta,” katanya.

Di momentum Ramadan ini, ia mengajak warga untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah. “Ramadan adalah bulan yang akan menjadikan kita istimewa menuju insan yang bertakwa,” katanya.

Dengan meningkatnya ketakwaan, Mahyeldu berharap masyarakat senantiasa diberi perlindungan dan dijauhkan dari musibah di masa mendatang. Pada kesempatan itu, Tim Safari Ramadan juga menyerahkan berbagai bantuan untuk masjid dan warga Salareh Aia Timur, mulai dari bantuan uang tunai, Al-Qur’an, kain sarung, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis mengaku bersyukur Salareh Aia Timur dipilih sebagai lokasi Safari Ramadan Provinsi tahun ini. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi terhadap warga yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan, Salareh Aia Timur merupakan salah satu titik terparah terdampak bencana di Kabupaten Agam. Korban jiwa berjatuhan, lahan pertanian rusak, rumah warga hancur serta sejumlah fasilitas umum porak poranda.

Tak hanya itu, kerusakan juga melanda infrastruktur jalan. Termasuk ruas jalan utama di Palembayan merupakan jalan provinsi yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kondisinya kini dinilai sangat mengkhawatirkan.

“Ruas jalan utama di Palembayan adalah jalan provinsi yang terdampak bencana November lalu. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan Palembayan bisa kembali terisolasi,” katanya.

Benni juga menyoroti kondisi jalan Malalak serta ruas Simpang Gudang–Padang Luar yang tak kalah memprihatinkan. Menurutnya, percepatan penanganan infrastruktur sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kembali normal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....