Masyarakat Sungai Pisang Gelar Limau Barongge jelang Ramadan

  • 18 Feb 2026 14:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Masyarakat Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang menggelar tradisi adat dan religi tahunan bertajuk Limau Barongge. Kegiatan ini diselenggarakan menjelang Ramadan yang dipusatkan di Gendung Badan Musyawarah Ninik Mamak (BNMN) Sungai Pisang, Selasa, 17 Februari 2026.

Tradisi ini merupakan simbol penyucian diri. Sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga, tokoh adat, dan pemerintah sebelum memasuki bulan puasa.

Ketua Panitia Pelaksana, Hendra Rajo Endah menjelaskan, kedalaman filosofi Limau Barongge yang terdiri dari unsur-unsur bermakna seperti Ungge (pemimpin yang mengayomi). Kemudian Batang Pisang (keadilan), hingga Rumbio (tolong-menolong).

"Limau Barongge adalah ikon unik dari Sungai Pisang. Kami berharap ke depan pemerintah daerah dapat mendirikan sebuah monumen atau simbol fisik Limau Barongge sebagai identitas budaya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung agar semakin dikenal luas," katanya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Datuk Erman B Rajo Ibrahim, menekankan pentingnya persatuan antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun nagari. Ia mengapresiasi kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap daerah perbatasan.

"Sungai Pisang adalah gerbang Kota Padang yang berbatasan dengan Pesisir Selatan. Kami titipkan harapan pembangunan infrastruktur, seperti pengaspalan jalan dan pemasangan grip penahan ombak, agar akses dan keamanan warga semakin terjaga," ujarnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan tradisi Limau Barongge telah diakui secara nasional melalui sertifikat dari Kementerian Kebudayaan. Ia berkomitmen untuk menjadikan acara ini lebih meriah di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan iman dan takwa (Imtak).

"Tahun ini saya instruksikan Dinas PU untuk menuntaskan pengaspalan jalan di Sungai Pisang. Selain infrastruktur, kita juga perkuat program Smart Surau dengan teknologi face recognition untuk absensi anak-anak mengaji, agar generasi muda kita memiliki benteng iman yang kuat," katanya.

Ia menambahkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian budaya, diserahkan bantuan senilai Rp5 juta kepada panitia pelaksana. Diharapkan tradisi ini terus dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....