Rukyatul Hilal di Sumbar, Hilal Masih Jauh di Bawah Ufuk

  • 18 Feb 2026 07:43 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Hasil rukyatul hilal yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat menyimpulkan, posisi hilal masih berada jauh di bawah ufuk. Dengan kondisi tersebut, 1 Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 berkemungkinan jatuh pada 19 Februari 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa mengatakan, hilal tidak terlihat karena bulan terbenam lebih dulu sekitar pukul 18.33 WIB, sedangkan matahari terbenam pada pukul 18.39 WIB. Kondisi ini membuat secara astronomis hilal belum memenuhi kriteria untuk terlihat.

“Berdasar hasil ini, tinggi hilal di Sumbar berada di minus nol derajat 58 menit atau di bawah satu derajat ufuk,” ujarnya. Ia menegaskan, data tersebut menjadi dasar sementara dalam menentukan awal Ramadan di wilayah Sumbar.

Mustafa menjelaskan, pemantauan hilal tetap dilakukan guna memverifikasi hasil perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya. “Proses pemantauan hilal dilakukan dan akan berakhir ketika matahari sudah terbenam sekitar pukul 18.39 WIB,” katanya.

Pemantauan hilal di Sumbar dilaksanakan di 15 titik yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Seluruh hasil rukyat dari daerah tersebut dihimpun sebagai laporan resmi ke pemerintah pusat.

Data hasil pemantauan kemudian dikirim ke Kementerian Agama RI untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pukul 19.00 WIB. Keputusan akhir penetapan awal Ramadan akan diumumkan pemerintah setelah sidang tersebut.

Sementara itu, Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Sumbar, Asasriwarni mengajak umat Islam untuk saling menghormati jika ada perbedaan penetapan 1 Ramadan sebagai bagian dari rahmat. “Mari kita rapatkan pemahaman agar perbedaan tidaklah menjadi permasalahan, dan patut disyukuri,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....