Hilal di Sumbar Mustahil Terlihat, Masih di Bawah Ufuk
- 18 Feb 2026 07:42 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang: Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang dan Pengadilan Agama Padang menggelar rukyatul hilal dan sidang isbat penentuan awal Ramadan di kawasan Masjid Al Hakim Padang, Selasa, 17 Februari 2026. Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Sumbar, Asasriwarni mengatakan, berdasarkan data astronomi dari Pos Observasi Bulan (POB) Masjid Al-Hakim, Kota Padang, ketinggian hilal tercatat berada di posisi minus 1 derajat. “Hal ini disebabkan posisi bulan masih berada di bawah ufuk. “Dengan kondisi ini, hilal tidak mungkin bisa disaksikan,” kata Asasriwarni.
Menurutnya, meskipun secara astronomi hilal dipastikan berada di bawah ufuk, rukyatul hilal tetap dilaksanakan sesuai mekanisme penanggalan Hijriah di Indonesia. Rukyat digelar karena kalender menunjukkan 29 Sya'ban, sehingga observasi tetap dilakukan untuk kepentingan pelaporan ke pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan, parameter tersebut berdasarkan hasil perhitungan astronomi yang telah dilakukan. Ia mengatakan, BMKG hanya memberikan parameter posisi benda langit, yakni posisi matahari dan bulan ketika matahari terbenam. Data itu menjadi rujukan dalam proses melihat hilal untuk menentukan masuknya bulan Ramadan.
“Sama-sama diketahui, untuk menentukan masuknya bulan Ramadan merujuk pada melihat hilal. Berdasar perhitungan kami, tinggi hilal di seluruh Indonesia pada 17 Februari 2026 pada posisi negatif. Kondisi ini karena posisi bulan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari,” kata Suaidi.
Ia mengatakan, ketika matahari terbenam di wilayah Indonesia, bulan belum memasuki fase baru. “Parameter lainnya adalah konjungsi, yang terjadi pada pukul 19.01.07 WIB, atau setelah matahari terbenam di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Suaidi hilal mustahil terlihat pada 17 Februari 2026. “Posisinya masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat,” kata Suaidi.
Suaidi menambahkan, namun pada 18 Februari 2026 tinggi bulan di seluruh wilayah Indonesia berada di atas 0 derajat. “Pada posisi itu bulan sudah bisa dilihat dengan kasat mata, dan hilal akan terlihat jelas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....