Data, Fakta dan Takdir Meksiko Jadi Hat-trick Tuan Rumah Piala Dunia
- 11 Jun 2026 13:43 WIB
- Padang
Poin Utama
- Mexico satu-satunya negara yang telah 3 kali menjadi Piala Dunia
- Estadio Azteca, Stadion legendaris dalam penyelenggaraan Piala Dunia di Meksiko
- Sejarah emas Estadio Azteca yang akan sulit untuk ditandingi oleh negara penyelenggara lainnya
RRI.CO.ID, Padang - Keberhasilan Meksiko terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya (1970, 1986, dan 2026) merupakan pencapaian yang belum pernah disamai oleh negara mana pun di dunia. Di balik rekor historis ini, terdapat rangkaian data unik, fakta sejarah, dan takdir geopolitik sepak bola yang sangat menarik untuk diungkap.
Dirangkum dari berbagai sumber, terpilihnya Meksiko tidak selalu direncanakan sejak awal untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia hingga tiga kali. Terdapat beragam faktor mulai dari kesiapan pemerintah, unsur diplomasi hingga situasi darurat yang membuat negara ini terpiilh sebagai tuan rumah.
Piala Dunia 1970
Dalam Piala Dunia edisi ke-9 ini, Meksiko mengalahkan Argentina setelah memenangkan voting FIFA pada kongres tahun 1964 untuk penentuan tuan rumah, Dan faktanya, pada Piala Dunia 1970 tersebut, merupakan gelaran piala dunia pertama yang diselenggarakan di luar benua Eropa dan Amerika Selatan.
Piala Dunia 1986
Awalnya, FIFA menunjuk Kolombia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi ke-13 tersebut. Namun, pada tahun 1982 atau 4 tahun sebelum gelaran dimulai, Kolombia menyatakan mundur dengan alasan krisis ekonomi negaranya yang parah.
Meksiko yang sebenarnya tidak memenangkan bidding asli untuk menjadi tuan rumah, akhirnya maju menjadi "penyelamat" darurat. Hal ini dikarenakan infrastruktur yang dimiliki Meksiko waktu itu dinilai paling siap untuk menggelar turnamen dalam waktu yang singkat.
Piala Dunia 2026
Penyelenggaraan Piala Dunia edisi ke-23 ini, Meksiko maju lewat United Bid (Bidding Bersama) bersama Amerika Serikat dan Kanada. Skema ini menjadikan Meksiko sebagai negara pertama yang resmi mencatatkan hat-trick sebagai tuan rumah.
Selain faktor diatas, keunikan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia tiga kali juga terlihat dari stadion utama mereka yang selalu digunakan dalam event terbesar sepakbola dunia tersebut. Stadion yang bernama Estadio Azteca yang ada di kota Mexico City tersebut, mencatatkan sejarah emas yang akan sulit untuk ditandingi oleh negara penyelenggara lainnya.
Satu-satunya stadion tempat 3 laga pembuka
Estadio Azteca menjadi satu-satunya tempat di bumi yang menggelar pertandingan pembuka Piala Dunia sebanyak tiga kali:
1. Piala Dunia 1970: Meksiko vs Uni Soviet (0-0)
2. Piala Dunia 1986: Italia vs Bulgaria (1-1)
3. Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan (11 Juni 2026)
Menjadi saksi dua mahkota terbesar di dunia
Stadion Azteca ini telah tercatat menjadi saksi sebagai tempat dua legenda terbesar sepakbola dunia sepanjang masa menasbihkan mereka sebagai "Dewa Sepak Bola". Dan mereka pun juga mengangkat trofi piala dunia di stadion ini, yaitu :
1. Pele, bersama tim Brasil yang berhasil menjadi juara ketiga kalinya di piala Dunia pada tahun 1970
2. Diego Armando Maradona, bersama kesebelasan Argentina yang menjadi kampiun dunia pada tahun 1986
Tempat lahirnya gol-gol ikonik sepanjang masa
Lapangan Estadio Azteca adalah saksi bisu dari gol "Tangan Tuhan" (Hand of God) dan "Gol Abad Ini" (Goal of the Century) yang dicetak Maradona ke gawang Inggris pada perempat final 1986. Di sini pula laga legendaris "Game of the Century" (Italia 4-3 Jerman Barat) terjadi pada semifinal 1970.
Keunikan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia juga menghadirkan fakta-fakta menarik yang mampu mengubah dunia dalam menikmati gelaran pesta sepak bola seluruh dunia ini. Berikut fakta-fakta menarik yang melekat pada Meksiko sebagai tuan rumah tiga kali Piala Dunia :
- Pelopor Siaran Berwarna (1970): Piala Dunia 1970 di Meksiko adalah turnamen sepak bola pertama yang disiarkan secara langsung di televisi dalam format layar berwarna ke seluruh dunia. Teknologi slow-motion replay juga memulai debutnya di sini.
- Lahirnya "Mexican Wave" (1986): Fenomena penonton tribun yang berdiri dan mengangkat tangan secara berurutan membentuk gelombang—yang kini dikenal sebagai Mexican Wave atau Ombak Stadion. Gerakan dari penonton tersebut menjadi populer secara global setelah terekam masif di stadion-stadion Meksiko selama edisi 1986.
- Tuah Tuan Rumah bagi "El Tri": Tim nasional Meksiko secara historis selalu meraih performa terbaik mereka saat bermain di rumah sendiri. Prestasi tertinggi Meksiko di Piala Dunia adalah mencapai babak Perempat Final, dan itu hanya terjadi dua kali dalam sejarah mereka, yaitu pada edisi 1970 dan 1986.
- Koneksi Unik Laga Pembuka 2026: Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca merupakan ulangan persis dari laga pembuka Piala Dunia 2010 di Johannesburg. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sebuah laga pembuka yang spesifik kembali terulang di edisi Piala Dunia yang lain.
Dari data, fakta dan takdir diatas, tidak saja membuat Meksiko sekadar menyediakan lapangan pertandingan, melainkan telah menjadi jangkar kultural, tempat di mana mitologi-mitologi terbesar sepak bola modern dilahirkan dan dirayakan. Pada gelaran tahun ini Meksiko tentunya juga akan menorehkan fakta baru yang menarik untuk tercatat pada sejarah penyelenggaran Piala Dunia di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....