Pelatih Hendri Susilo Prediksi Banyak Kejutan di Piala Dunia 2026

  • 04 Jun 2026 10:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Pelatih Sepakbola asal Sumatera Barat, Hendri Susilo, memprediksi persaingan di Piala Dunia 2026 bakal berlangsung sangat ketat. Menurut pelatih yang musim lalu menukangi Tim Liga Satu Malut United FC, sejumlah negara Eropa dan Amerika Selatan masih menjadi kandidat kuat juara.

Saat dikontak RRI Padang pagi tadi, Pelatih Hendri Susilo yang berdomisili di Kota Malang menilai tim-tim tradisional seperti Prancis, Portugal, Jerman, dan Brasil tetap memiliki peluang besar untuk berbicara banyak di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. Apalagi Brasil kini ditangani pelatih berpengalaman Carlo Ancelotti yang dinilai bisa membawa perubahan besar bagi tim Samba tersebut.

“Kalau kita masih yang lama-lama aja, sekarang ya Prancis juga oke, Portugal juga oke, Jerman juga oke, Brazil dengan adanya Ancelotti mungkin juga oke,” ujar Hendri saat diwawancarai terkait prediksi Piala Dunia 2026, Kamis, 4 Juni 2026.

Selain negara-negara unggulan itu, Hendri juga menyoroti perkembangan Belanda yang dinilainya memiliki generasi muda menjanjikan. Ia menyebut kekuatan tim-tim Eropa saat ini semakin merata sehingga persaingan dipastikan berlangsung sengit sejak fase grup.

“Belanda juga dengan pemain-pemain mudanya juga bagus kayaknya dalam dunia. Benar ketat sekali karena sekarang Eropa sama Asia itu kalau menurut saya gak ada beda lah bang. Karena permainannya sudah memang sangat high level,” katanya.

Menurut Hendri, perkembangan sepak bola Asia juga patut mendapat perhatian serius. Ia menilai Jepang dan Korea Selatan kini sudah memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia dan berpotensi menghadirkan kejutan di Piala Dunia 2026.

“Macam Korea, Jepang udah sangat mumpuni ya, bahaya juga itu. Saya yakin di bawah-bawah awal aja mungkin kejutan itu akan terjadi,” ungkapnya.

Meski demikian, Hendri mengaku belum bisa menentukan siapa kandidat terkuat untuk menjadi juara dunia. Ia menilai persaingan di babak penyisihan grup sudah sangat berat sehingga peluang setiap tim masih sulit diprediksi sejak awal turnamen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....