Hitung-Hitungan Konsumsi Bahan Bakar MotoGP Sekali Tampil
- 30 Sep 2026 16:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, selalu berhasil memukau jutaan pasang mata berkat kecepatan fantastis dan aksi salip-menyalip yang menegangkan di lintasan. Di balik deru mesin bertenaga lebih dari 250 tenaga kuda dan kecepatan puncak yang kerap menembus 340 kilometer per jam, tersimpan sebuah aspek teknis yang sangat menarik untuk dibedah, yakni seberapa besar konsumsi bahan bakar yang dihabiskan oleh para pebalap dalam sekali tampil.
Berdasarkan regulasi teknis yang ditetapkan oleh Federasi Motor Internasional (FIM), kapasitas tangki maksimal yang diizinkan untuk dibawa oleh setiap motor MotoGP dalam sesi balapan utama (main race) adalah sebanyak 22 liter. Angka ini bukanlah sembarang tetapan, melainkan hasil dari perhitungan matang untuk menjaga keseimbangan antara performa mesin yang buas, efisiensi energi, serta tingkat keselamatan yang ketat di atas sirkuit.
Menariknya, aturan mengenai bahan bakar ini diukur berdasarkan berat (mass) alih-alih volume semata. Hal tersebut dikarenakan volume cairan bensin sangat sensitif terhadap perubahan suhu lintasan. Semakin dingin suhu bahan bakar yang dimasukkan ke dalam tangki, maka semakin padat pula massa atau energi yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, tim mekanik harus memutar otak dan menghitung temperatur bahan bakar secara presisi sebelum kuda besi meluncur ke grid start.
Jika dikalkulasikan secara kasar dengan jarak tempuh rata-rata balapan Grand Prix yang berkisar antara 100 hingga 120 kilometer per seri, konsumsi bahan bakar motor MotoGP tergolong sangat boros jika dibandingkan kendaraan komersial harian. Rata-rata tingkat konsumsi bensin kuda besi para pebalap dunia ini berada di kisaran 18 liter untuk setiap 100 kilometer perjalanan.
Kendati demikian, para insinyur tim pabrikan memiliki tantangan tersendiri untuk meracik pemetaan mesin (ECU mapping) agar bahan bakar yang tersedia cukup hingga garis finis. Tidak jarang penonton disuguhkan drama menegangkan di mana pebalap harus kehabisan bensin tepat di lap terakhir—atau yang biasa dikenal sebagai fuel saving mode—akibat salah kalkulasi sejak lampu start padam.
Besarnya kebutuhan energi ini juga berlaku berbeda untuk format balapan pendek atau Sprint Race yang biasa digelar setiap hari Sabtu. Untuk sesi tersebut, regulasi membatasi alokasi bahan bakar yang dibawa oleh para pebalap hanya separuh dari balapan utama, yakni sekitar 11 liter saja, mengingat jarak tempuh yang lebih singkat.
Ke depannya, urusan hitung-hitungan bahan bakar ini dipastikan akan mengalami perombakan besar seiring dengan regulasi baru MotoGP. Mulai tahun 2027 mendatang, kejuaraan dunia balap motor ini berkomitmen penuh menggunakan 100 persen bahan bakar non-fosil, di mana kapasitas tangki maksimal juga akan dikurangi secara bertahap dari 22 liter menjadi 20 liter saja demi efisiensi global yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....