Sepuluh Atlet Padang Perkuat Sumbar di Pesonas II 2026

  • 19 Agt 2026 03:43 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Pemerintah Kota Padang memperkuat dukungan bagi atlet penyandang disabilitas yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional. Sebanyak 10 atlet asal Kota Padang dipastikan memperkuat kontingen Sumatera Barat pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 13–18 Oktober 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima audiensi orang tua para atlet di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin 17 Agustus 2026. Menurut Fadly, keikutsertaan atlet Padang di ajang nasional tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa setiap talenta memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

“Pemko Padang mendukung anak-anak kita yang akan berjuang membawa nama Kota Padang dan Sumatera Barat di ajang Pesonas. Dukungan ini merupakan komitmen Pemko Padang dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet penyandang disabilitas untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Fadly.

Ia berpesan agar para atlet tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan. “Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri. Raih prestasi terbaik dan harumkan nama Kota Padang serta Sumatera Barat di tingkat nasional,” katanya.

Anggota DPRD Kota Padang Iskandar yang mewakili rombongan menjelaskan, kontingen Sumatera Barat akan membawa 27 atlet ke Pesonas II 2026. Dari jumlah tersebut, 10 atlet berasal dari Kota Padang dan merupakan peraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumatera Barat 2024.

Pesonas merupakan ajang olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia (SOIna). Selain menjadi arena kompetisi, ajang ini menjadi bagian dari pembinaan atlet untuk menyiapkan talenta terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games di Santiago, Chile, pada 2027.

Cabang olahraga yang dipertandingkan cukup beragam, antara lain atletik, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket, bocce, futsal, senam ritmik, bola tangan, bola voli, hingga tari daerah. Rangkaian Pesonas juga mencakup Kongres Nasional Keluarga dan Pemuda SOIna, pelatihan kepemimpinan atlet, penguatan jaringan dukungan keluarga, seni budaya, serta gerakan revolusi inklusi.

Menurut Fadly, dukungan terhadap atlet penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pembinaan olahraga berlangsung inklusif dan berkelanjutan. Prestasi tidak semestinya hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari terbukanya kesempatan bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi dan memperoleh pengalaman berkompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....