Grand Fondo Minangkabau Hadirkan Sensasi Bersepeda Keliling Sumbar

  • 22 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Gelaran Grand Fondo Minangkabau bakal menjadi ajang sport tourism baru di Sumatera Barat (Sumbar) yang memadukan olahraga bersepeda dengan promosi destinasi wisata daerah. Event yang akan digelar pada 31 Mei mendatang itu akan menempuh jarak sekitar 195 kilometer dengan rute melintasi sejumlah kawasan wisata unggulan di Sumbar.

Ketua pelaksana Grand Fondo Minangkabau, Maifrizon, dalam dialog olahraga bersama RRI Padang pagi tadi mengatakan kegiatan tersebut lahir dari gagasan komunitas pencinta sepeda road bike yang ingin memperkenalkan keindahan alam Sumatera Barat kepada para pesepeda dan wisatawan. Menurutnya, konsep kegiatan tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata daerah.

Maifrizon menjelaskan, peserta akan memulai perjalanan dari Istana Gubernuran di Padang menuju Sitinjau Lauik, kemudian melewati Solok, Danau Singkarak, Padang Panjang, Lembah Anai hingga kembali ke Kota Padang. Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi, bahkan dalam satu jam pendaftaran telah diikuti lebih dari 100 orang.

“Grand Fondo ini semacam kegiatan olahraga bersepeda dengan jarak cukup jauh antara 120 sampai 200 kilometer. Tapi bukan hanya olahraga, kita ingin mengenalkan destinasi luar biasa di Sumatera Barat dengan view-view yang sangat indah,” ujarnya, Jumat 22 Mei 2026.

Meski demikian, panitia membatasi jumlah peserta hanya 100 orang pada pelaksanaan perdana ini. Menurut Maifrizon, pembatasan dilakukan karena jarak tempuh yang cukup panjang dan membutuhkan kesiapan fisik serta perlengkapan khusus berupa sepeda road bike. “Ini langkah awal dulu. Kita ingin persiapannya matang dan kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Ia juga mengungkapkan pelaksanaan Grand Fondo Minangkabau didukung berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga sponsor seperti Bank Nagari, Bank Syariah Indonesia, Jamkrida dan Bank Indonesia. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci terselenggaranya kegiatan tersebut meski dengan keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar menilai Grand Fondo Minangkabau merupakan bentuk pengembangan sport tourism yang mampu menggabungkan olahraga, rekreasi dan wisata dalam satu kegiatan. Ia menyebut Sumatera Barat memiliki banyak rute indah yang sangat potensial untuk wisata bersepeda.

“Grand Fondo itu menggabungkan sport dan tourism. Jadi orang tidak hanya bersepeda, tapi juga menikmati keindahan alam, budaya, kuliner hingga destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat,” katanya.

Lila Yanwar berharap event tersebut dapat menjadi langkah awal menghidupkan kembali kejayaan sport tourism di Sumbar, termasuk mendukung rencana kebangkitan Tour de Singkarak pada 2027 mendatang. Selain berdampak pada promosi wisata, kegiatan itu juga diyakini mampu menggerakkan UMKM, perhotelan dan perekonomian masyarakat di daerah yang dilalui peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....