Marciano Norman Ajak Kampus Kembangkan Bakat Atlet
- 05 Nov 2025 18:39 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Peran perguruan tinggi dalam mempercepat kemajuan olahraga nasional mendapat sorotan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ketua Umum KONI, Marciano Norman, menilai lembaga akademik memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan olahraga tidak dapat dilakukan hanya oleh KONI semata. “Saat ini masih banyak atlet berprestasi karena bakatnya. Perguruan tinggi perlu melihat potensi itu dan melakukan pendampingan serta pembinaan agar hasilnya jauh lebih optimal,” ujar Marciano dalam kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (5/11/2025).
Marciano menjelaskan, penguatan peran perguruan tinggi bisa dilakukan melalui wadah strategis seperti Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Perkumpulan Program Studi Ilmu Keolahragaan Seluruh Indonesia (P2SIKI). Kedua lembaga ini diharapkan aktif mendukung pembinaan olahraga baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menegaskan, kampus dapat berperan dalam menyediakan fasilitas latihan, merancang metode pelatihan berbasis riset, dan menghadirkan inovasi sport science. Dengan pendekatan ilmiah, atlet akan lebih siap menghadapi kompetisi, baik secara fisik, mental, maupun strategi permainan.
Marciano juga mengungkapkan bahwa KONI telah menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas ruang kompetisi atlet nasional. Di antaranya melalui ajang KONI–Bayan Championship dan PON Bela Diri yang digelar bersama Djarum Foundation, sebagai upaya meningkatkan jam terbang dan melahirkan bibit unggul.
Ia optimistis, kolaborasi antara akademisi, pelaku olahraga, dan dunia usaha akan mendorong Indonesia menembus level prestasi dunia. Target besar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) adalah membawa Indonesia masuk 10 besar dunia pada 2032 dan 5 besar pada 2044.
“Pada Olimpiade Tokyo, Indonesia berada di peringkat 50-an dengan satu medali emas dari ganda putri bulutangkis, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Di Olimpiade Paris, kita naik ke peringkat 30-an lewat dua emas Veddriq Leonardo di panjat tebing dan Rizki Juniansyah di angkat besi. Untuk mencapai 10 besar pada 2032, kita harus menembus 20 besar di Olimpiade Los Angeles 2028,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan kesiapan kampusnya dalam memperkuat kolaborasi dengan KONI melalui riset dan inovasi sport science. “UNP berkomitmen mendukung pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan. Di sini, olahraga tidak hanya melahirkan atlet tangguh, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang sportif,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....