Bank Emas Pegadaian Kokohkan Ketahanan Ekonomi Bangsa

  • 15 Agt 2026 12:59 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Dari balik kemegahan Ruang Sidang Paripurna Kompleks Parlemen Senayan, sebuah capaian bernilai tinggi menggema di hadapan seluruh wakil rakyat. Dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 pada Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas lompatan kinerja PT Pegadaian (Persero).

Lompatan ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas laporan keuangan. Pada Semester I Tahun 2026, Pegadaian sukses mencetak laba bersih sebesar Rp6,59 triliun, melonjak drastis 84,4 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun dibalik angka triliunan rupiah tersebut, ada denyut nadi ekonomi rakyat yang terus bergerak dan bertransformasi.

Presiden Prabowo menyoroti peran strategis Pegadaian sebagai pelopor bullion bank atau Bank Emas pertama di Indonesia. Sejak meresmikan layanan Bank Emas di Pegadaian Tower pada 26 Februari 2025 lalu, kebijakan strategis pemerintah untuk mengendalikan dan meningkatkan nilai tambah komoditas emas di dalam negeri kian berbuah manis. Dari hulu hingga hilir, kelolaan bisnis berbasis emas Pegadaian kini menembus angka sekitar 153 ton, sebuah bukti sahih bagaimana emas tak lagi sekadar perhiasan di lemari warga, melainkan instrumen ketahanan ekonomi nasional.

Apresiasi dari pucuk pimpinan Republik Indonesia ini menjalar hingga ke pelosok daerah, membawa kebanggaan sekaligus lecutan semangat bagi Insan Pegadaian di daerah.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru, Agus Riyadi menegaskan, pengakuan dari Presiden adalah buah dari kepercayaan masyarakat yang dijaga dengan ketulusan dan kerja keras.

"Apresiasi dari Bapak Presiden ini adalah motivasi terbesar bagi kami di daerah. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh Insan Pegadaian, dukungan pemerintah, dan transformasi yang tak pernah berhenti. Di Kanwil II Pekanbaru, kami berkomitmen menjaga amanah ini dengan terus memperluas akses literasi serta layanan berbasis emas hingga ke lapisan masyarakat terdalam," ujar Agus Riyadi.

Bagi masyarakat di daerah, penguatan ekosistem Bank Emas memberi ruang aman untuk menata masa depan finansial keluarga. Emas kini bukan lagi milik segelintir elite, melainkan menjadi jembatan inklusi keuangan yang memerdekakan rakyat dari ketidakpastian ekonomi.

Langkah Pegadaian membuktikan ketika inovasi teknologi dipadukan dengan komitmen pelayanan yang berorientasi pada rakyat, cita-cita besar untuk "MengEMASkan Indonesia" bukan lagi slogan semata. Ia hadir menjadi pilar pembangun kemandirian bangsa di usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang makin matang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....