Pemkab Pasaman Komit Dorong Percepatan Sertifikasi Halal

  • 05 Agt 2026 06:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pasaman mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha sebagai upaya memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Pasaman Welly usai menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa 4 Agustus 2026.

Welly mengatakan, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga memberikan perlindungan kepada konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk UMKM. Karena itu, Pemkab Pasaman akan memperkuat pendampingan agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh sertifikat halal sebelum pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 17 Oktober 2026.

"Kami akan mendorong pendampingan kepada UMKM agar semakin banyak produk Pasaman yang memiliki sertifikat halal. Sebab dengan sertifikat halal produk daerah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Welly.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota mempercepat sertifikasi halal menjelang pemberlakuan kewajiban tersebut. Menurutnya, sertifikasi halal menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat UMKM, melindungi konsumen, dan memperluas akses pasar.

Mahyeldi menyebut, Sumatera Barat memiliki modal sosial yang kuat dalam pengembangan ekosistem halal karena nilai halal telah menyatu dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Hingga kini, sebanyak 72.385 pelaku usaha di Sumbar telah mengikuti program sertifikasi halal dengan 110.114 sertifikat yang mencakup 246.332 produk.

"Halal bukan lagi sekadar kewajiban menjalankan syariat Islam. Halal telah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perlindungan konsumen, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai," katanya.

Ke depan, Pemprov Sumbar menargetkan pembangunan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari industri halal, kawasan wisata halal, pusat kuliner halal, laboratorium halal, Halal Center, hingga penguatan rantai pasok halal berbasis UMKM. Percepatan sertifikasi penting karena industri halal telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, sementara Indonesia masih perlu meningkatkan daya saing industri halalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....