Bupati Dharmasraya Paparkan Inovasi Layanan Kesehatan di Forum Nasional
- 29 Jul 2026 03:02 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 yang digelar di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. Dalam forum yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI tersebut, Annisa menjadi satu-satunya kepala daerah dari luar Pulau Jawa yang diundang untuk berbagi praktik baik dalam penguatan pelayanan kesehatan primer.
Pada sesi diskusi, Annisa tampil bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim yang mewakili Gubernur DKI Jakarta.
Dalam paparannya, Annisa menegaskan setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penguatan pelayanan kesehatan primer dinilai tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Annisa, tantangan di Kabupaten Dharmasraya tidak hanya terkait keterbatasan tenaga kesehatan dan dokter spesialis, tetapi juga bagaimana memastikan layanan menjangkau masyarakat yang tersebar di wilayah yang luas.
Kondisi tersebut menurutnya, diperberat dengan keterbatasan fasilitas kesehatan serta masih rendahnya literasi kesehatan masyarakat. Ia mengatakan, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Karena itu, pendekatan promotif dan preventif menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sebagai solusi, kami memperkuat peran Puskesmas Pembantu (Pustu) melalui inovasi LADO KUTU (Layanan Dokter ke Pustu). Program tersebut menghadirkan dokter secara berkala ke pustu sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pemeriksaan, layanan kesehatan, dan deteksi dini penyakit,” ujarnya.
Annisa menjelaskan keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) juga bergantung pada peran bidan wilayah, perawat, dan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan. Mereka secara aktif mendatangi rumah warga untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta melakukan skrining awal bagi masyarakat yang berisiko.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengintegrasikan bantuan permakanan bagi ibu hamil dengan kewajiban pemeriksaan rutin di Posyandu sebagai upaya percepatan pencegahan stunting. Di sisi lain, Annisa berharap sistem informasi kesehatan nasional dapat semakin terintegrasi agar memudahkan pencatatan layanan sekaligus mengurangi beban administrasi tenaga kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan jaringan internet.
Menutup paparannya, Annisa berharap pemerintah pusat terus memberikan perhatian kepada daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya agar transformasi pelayanan kesehatan primer dapat berjalan lebih merata. "Kami yang kecil-kecil di ujung ini berharap mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah pusat, sehingga tidak semakin tertinggal dan masyarakat kami dapat menikmati pelayanan kesehatan yang setara dengan daerah-daerah lainnya," ujar Annisa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....