Stafsus Menag Gugun Gumilar Puji Kecakapan Bahasa Santri Shine Al Falah Padang

  • 26 Jul 2026 05:56 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan bahasa Arab dan Inggris para santri di Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al Falah, Kota Padang. Apresiasi tersebut diberikan usai Gugun menguji langsung kecakapan berbahasa para santri dalam kunjungan kerjanya ke Ponpes itu, Sabtu 25 Juli 2026.

Melihat kemampuan para santri tersebut, Gugun mengajak mereka semakin percaya diri menghadapi persaingan global. Menurutnya, lulusan madrasah dan pesantren memiliki peluang yang sama untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional selama terus meningkatkan kapasitas diri.

“Jangan pernah minder menjadi santri atau lulusan madrasah. Kuasai bahasa, karena dengan bahasa kita bisa membuka jendela dunia,” ujar Gugun.

Ia mengaku, berbicara berdasarkan pengalaman pribadi sebagai alumnus pesantren dan madrasah yang kemudian melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat dan Eropa. Menurutnya, latar belakang pendidikan pesantren justru menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan wawasan global.

“Saya lulusan pesantren dan madrasah. Jangan pernah merasa rendah diri. Pesantren dan madrasah mampu melahirkan generasi yang memberi kontribusi bagi peradaban dunia,” katanya.

Gugun menilai Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan ulama, cendekiawan, dan tokoh pendidikan Islam yang berpengaruh hingga tingkat internasasional. Ia menyebut, jejak keilmuan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Rahmah El Yunusiyah, Mahmud Yunus, Zainuddin Labay El Yunusy, hingga Buya Hamka sebagai bukti bahwa tradisi pendidikan Islam di Ranah Minang mampu melahirkan generasi unggul.

Menurutnya, warisan tersebut harus terus dilanjutkan oleh generasi muda melalui penguatan kompetensi akademik, karakter, dan penguasaan bahasa asing. Bahasa Arab, kata dia, menjadi pintu memahami khazanah keilmuan Islam, sedangkan bahasa Inggris membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring internasional.

Selain mendorong penguasaan bahasa, Gugun mengingatkan pentingnya membangun karakter santri melalui disiplin, kerja keras, dan semangat belajar. Ia juga mengajak santri mengikuti perkembangan geopolitik dunia agar memiliki wawasan yang luas dan mampu menjawab tantangan masa depan.

“Disiplin dan kerja keras adalah kunci meraih cita-cita. Santri harus menjadi generasi ulul albab, menguasai ilmu pengetahuan, memahami perkembangan dunia, dan siap memimpin peradaban di masa depan,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Gugun juga mengajak para pengelola pesantren terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak. Menurutnya, pendampingan terhadap santri harus dilakukan melalui pendekatan yang mengenali bakat, minat, dan potensi setiap anak, sekaligus mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan.

Ia berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat mendalami ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuh yang melahirkan generasi berkarakter, percaya diri, adaptif terhadap perubahan, dan siap bersaing di tingkat global. “Jika karakter, ilmu pengetahuan, dan kemampuan bahasa berjalan beriringan, saya yakin dari pesantren akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa Indonesia semakin maju,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....