Kemendikdasmen Apresiasi Pelaksanaan SPMB Transparan di Kota Padang
- 08 Jul 2026 01:33 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SLBN, SMAN, dan SMKN di Kota Padang telah menerapkan prinsip akuntabel, transparan, dan inklusif. Praktik tersebut dinilai menjadi contoh dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan. Hal dimaksud disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang, Sabtu, 3 Juli 2026.
Ia mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap SPMB dibangun melalui pelayanan yang baik, komunikasi yang terbuka, serta pelaksanaan seleksi sesuai ketentuan. Menurutnya, proses penerimaan murid baru harus memberikan pengalaman yang positif bagi calon peserta didik dan orang tua.
"SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif. Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu," kata Tatang.
Ia menambahkan, praktik baik yang ditunjukkan sejumlah sekolah di Kota Padang membuktikan bahwa SPMB bukan sekadar proses seleksi peserta didik baru. Keterbukaan informasi, pelayanan tanpa diskriminasi, serta pendampingan kepada setiap keluarga menjadi fondasi terciptanya layanan pendidikan yang adil dan berkualitas.
Sementara itu, Guru SMKN 6 Padang sekaligus Panitia SPMB, Annisa Fitria, mengatakan seluruh informasi pendaftaran disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Pihak sekolah juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang masih memerlukan arahan dalam menentukan konsentrasi keahlian.
"Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran," ujar Annisa.
Kemendikdasmen berharap praktik pelaksanaan SPMB yang transparan, akuntabel, dan inklusif di Kota Padang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dengan demikian, proses penerimaan murid baru tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....