SKALA 2026 Angkat Isu Agraria, Lingkungan, dan Energi untuk Diskusi Kaum Muda

  • 30 Apr 2026 23:24 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Center of Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) menggelar Sekolah Keadilan Agraria dan Lingkungan (SKALA) 2026 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi kaum muda dalam memahami isu keadilan agraria, lingkungan, dan energi.

Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta yang berasal dari berbagai kampus. Selain mahasiswa Universitas Andalas, peserta juga hadir dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber serta mengikuti diskusi kelompok. Diskusi ini mengangkat berbagai studi kasus yang dikaitkan dengan persoalan keadilan agraria, lingkungan, dan energi.

Salah satu peserta dari UNP, Afrialdi Cahya Pratama, mengaku mengetahui kegiatan ini melalui media sosial. Ia mengatakan ketertarikannya muncul karena isu yang dibahas relevan dengan kondisi saat ini.

“Materinya itu bagus banget, karena terkait lingkungan, agraria, dan energy. Menurut saya itu hal yang memang jadi perhatian kita saat ini, apalagi di Sumatera Barat,” ujar Afrialdi usai mengikuti SKALA.

Ia menambahkan kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru terhadap isu-isu yang sebelumnya belum banyak ia ketahui. Menurutnya, topik energi menjadi salah satu materi yang paling menarik karena dinilai sangat penting bagi kondisi Indonesia saat ini.

“Cara pandang saya banyak berubah, karena sebelumnya pemahaman tentang lingkungan, agraria, dan energi masih kurang. Dari SKALA ini, kita jadi menambah wawasan dan ilmu baru,” tuturnya.

Sementara itu, fasilitator kegiatan, Tri Agustina Saputri, menjelaskan diskusi kelompok dirancang untuk menggabungkan tiga perspektif dalam satu isu. Hal ini bertujuan agar peserta dapat melihat keterkaitan antara keadilan agraria, lingkungan, dan energi secara lebih komprehensif.

“Diskusi ini kami rancang supaya peserta bisa melihat dari sebuah isu yang ada. Kemudian setiap kelompok diminta menganalisis dari sudut pandang masing-masing, yakni agraria, lingkungan, dan energi,” ujarnya.

Tri menyebut studi kasus yang diangkat dalam diskusi adalah hilirisasi industri nikel sebagai bagian dari strategi nasional. Menurutnya, isu tersebut dipilih karena mampu menghubungkan ketiga aspek keadilan dalam satu konteks yang sama.

“Dari diskusi ini, kami berharap peserta bisa memahami bahwa isu keadilan agraria, lingkungan, dan energy. Karna kami lihat hal itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan saling berkaitan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, CAEJ mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami isu keadilan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat realitas di lapangan. Selain itu, peserta diharapkan dapat mengembangkan gagasan kritis sebagai bentuk kontribusi dalam mendorong perubahan yang lebih adil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....