Padang Siap Jadi Panggung Pusako ASEAN, Momentum 50 Tahun Museum Adityawarman

  • 29 Apr 2026 17:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan internasional bertajuk Pusako ASEAN. Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat itu direncanakan berlangsung tahun depan, bertepatan dengan peringatan hari jadi Museum Adityawarman ke-50.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan kesiapan kota sebagai tuan rumah. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi besar Pemko Padang untuk menjadikan Padang sebagai destinasi gastronomi dunia.

"Kami tentu berterima kasih kepada Bapak Kadis Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang menggagas kegiatan bertajuk Pusako ASEAN di Kota Padang. Kami siap menjadi host kegiatan internasional ini, karena kami berencana menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia," ujar Fadly pada RRI di Gedung Taman Budaya Sumatera Barat, Selasa, 28 April 2026.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, mengatakan persiapan Pusako ASEAN telah memasuki tahap koordinasi lintas pihak. Langkah selanjutnya, Pemerintah Provinsi akan melakukan pertemuan dengan pihak kementerian untuk pembahasan lebih lanjut.

“Jadi kita nanti ke sekretariat ASEAN, ke kementerian luar negeri, ke kementerian kebudayaan. Jadi kerja besar, tapi insya Allah kalau bersama-sama dukungan itu bisa,” ujar Syaiful.

Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan Pusako ASEAN akaadirkan akademisi, praktisi museum, dan pembuat kebijakan untuk membahas transformasi museum, konektivitas budaya, serta ketahanan berbasis budaya di kawasan ASEAN.n mengusung tiga program utama yang saling melengkapi. Pertama, ASEAN Summit Forum, yakni forum internasional yang mengh

Program kedua adalah Museum Exhibition, berupa pameran berbasis riset dengan pendekatan kuratorial yang menampilkan sosok Adityawarman sebagai simpul konektivitas sejarah Asia Tenggara, sekaligus menjadi medium interpretasi identitas kawasan. Ketiga, Community Festival, yang menghadirkan partisipasi publik melalui pertunjukan budaya, edukasi, hingga aktivitas berbasis komunitas.

"Kita ingin museum tidak hanya jadi tempat penyimpanan saja. Museum juga harus menjadi ruang hidup yang menghubungkan pengetahuan, komunitas, dan ketahanan budaya," kata Syaiful.

Lebih jauh, Syaiful menekankan keterlibatan semua pihak menjadi kunci sukses kegiatan ini, termasuk Pemerintah Kota Padang sebagai tuan rumah. Konsep pengembangan kawasan pun tengah disiapkan, meliputi integrasi wisata budaya, kuliner, dan sejarah yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik Sumatera Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....