Terumbu Karang Pulau Pieh Pulih 97 Persen

  • 14 Sep 2025 19:57 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan tingkat kelangsungan hidup Rehabilitasi Terumbu Karang di kawasan Konservasi Nasional Pulau Pieh, Sumatera Barat, mencapai 97 persen. Direktur Konservasi Ekosistem Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Firdaus Agung menyampaikan, keberhasilan pelestarian laut tersebut berkat kolaborasi mitra strategis KKP.

Firdaus Agung menjelaskan, langkah strategis antara Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru bersama PLN IP UBP Teluk Sirih dan Yayasan Minang Bahari telah mendukung komitmen Indonesia dalam pencapaian target konservasi laut sebesar 30 persen pada 2045. “Pemulihan ekologis perairan di sekitar Pulau Pieh memberikan harapan baru bagi kelestarian laut Indonesia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rehabilitasi ini menjadi bagian penting dalam melindungi dan memperbaiki kondisi ekosistem terumbu karang yang rentan terhadap perubahan iklim, terutama kenaikan suhu laut yang memicu coral bleaching. Selain menjaga habitat ikan dan meningkatkan nursery ground atau daerah asuhan, kegiatan ini juga bertujuan memperluas kawasan terumbu karang sehat sekaligus menciptakan destinasi wisata minat khusus penyelaman di kawasan konservasi.

“Rehabilitasi terumbu karang ini membuktikan bahwa perlindungan dan pengelolaan kawasan konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem laut kita,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Sementara itu, Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat membenarkan, hasil pemantauan rutin terhadap tingkat kelangsungan hidup terumbu karang hasil transplantasi di Pulau Pieh mencapai 97 persen. “Data ini membuktikan metode yang kami gunakan efektif. Melibatkan masyarakat lokal dalam proses rehabilitasi juga sangat penting, agar kesadaran menjaga laut dapat tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Manajer PLN IP UBP Teluk Sirih, Lufti Nul Hakim menyatakan, program rehabilitasi terumbu karang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Transisi energi bersih harus diiringi dengan perlindungan ekosistem. Kami bangga dapat berkontribusi dalam program strategis ini,” katanya.

Mitra kolaborasi KKP, Ketua Yayasan Minang Bahari, Samsuardi menilai, program rehabilitasi ini tidak hanya memulihkan ekosistem, namun juga memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat pesisir. “Kami melihat ada rasa memiliki dari masyarakat untuk menjaga laut. Rehabilitasi ini sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan sehat,” ujarnya.

Samsuardi menyampaikan, program rehabilitasi terumbu karang ini juga menjadi contoh nyata keberhasilan percepatan pemulihan ekosistem laut di Indonesia melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. “Dengan keterlibatan banyak pihak, upaya ini berkontribusi dalam memperkuat strategi pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....