Jejak Tambang Ombilin Satukan Gagasan Lintas Budaya
- 20 Agt 2025 18:27 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Steering Committee, We Are Site Manager (WASM) Sawahlunto, Sudarmoko memastikan, kegiatan Simposium Internasional bertajuk Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang digelar 23 hingga 28 Agustus 2025 mendatang, merupakan forum internasional yang mempertemukan sejumlah pengelola situs warisan dunia dari berbagai belahan dunia. Ia menuturkan, forum tersebut mengangkat semangat ”One Shared Mission” demi merawat dan menjaga warisan dunia untuk generasi mendatang.
“Bukan acara biasa, melainkan ajang pertemuan gagasan lintas batas negara dan budaya yang akan dihadiri lebih dari 35 pembicara dari 21 negara di dunia. Mereka datang membawa cerita masing-masing, mulai tentang situs yang terancam bencana alam, tentang upaya digitalisasi dokumen sejarah, atau tentang kerja senyap para pengelola situs di tengah keterbatasan sumber daya. Semua itu akan dibahas dalam sembilan sesi tematik,” kata Sudarmoko, Rabu (20/8/2025).
Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas tersebut juga menyampaikan, peserta simposium juga dijadwalkan menapaki jejak tambang Ombilin, mulai naik kereta api lokomotif uap legendaris “Mak Itam” dari stasiun Lembah Segar hingga ke Muaro Kalaban, serta berdialog langsung dengan masyarakat sekitar. Ia menuturkan, meski hanya untuk rute pendek, kehadiran lokomotif uap legendaris tersebut diyakini menjadi simbol kuat bagaimana warisan masa lalu bisa dihidupkan kembali untuk generasi kini.
Ia juga memastikan, kegiatan simposium tersebut bukan hanya forum ilmiah, namun juga mengajak peran serta masyarakat lokal berdialog dan menceritakan kilas baik sejarah yang mewarnai kota industri tertua tersebut. “Kami ingin masyarakat berperan dominan, sehingga simposium ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga ruang refleksi dan aksi nyata,” ujar Sudarmoko.
Untuk diketahui, WTBOS adalah satu-satunya dari enam warisan budaya dunia UNESCO yang bertemakan industri di Indonesia. Status tersebut resmi disandang sejak 2019 lalu, sebagai wujud pengakuan dunia atas nilai universal luar biasa yang dimiliki Kota Sawahlunto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....