Kementan Diminta Segera Sertifikasi Sawah Pokok Murah
- 24 Jun 2025 15:28 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto mengungkapkan, inovasi program sawah pokok murah (SPM) yang diluncurkan di nagari dan desa di Sumatera Barat patut dijadikan rujukan daerah lainnya di Indonesia. Ia menuturkan, selain mampu menekan biaya produksi, penanganan yang tepat oleh petani lokal, diyakini mampu mendukung swasembada pangan nasional.
Titiek Soeharto menjelaskan, mendorong kementerian pertanian melakukan sertifikasi dan pemantauan mendalam terkait hasil panen SPM di Sumbar. Ia juga berharap, kementerian terkait dapat segera menerbitkan sertifikasi terkait inovasi yang ditelurkan asli dari Ranah Minang tersebut.
“Saya cermati sawah pokok murah ini, merupakan gambaran petani Indonesia khususnya petani Kabupaten Agam kreatif karena mampu menghasilkan budidaya padi berbiaya rendah, ramah lingkungan dengan produktivitas lebih tinggi hingga 40 persen dibandingkan pertanian konvensional," kata Titiek Soeharto, Jumat, (21/6/2025).
Sementara itu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Yudi Sastro mengapresiasi inovasi yang dilakukan pemerintah Sumbar untuk mendorong ketahanan pangan didaerah. Ia memastikan, pemerintah segera mensertifikasi program SPM di Sumbar agar dapat dirujuk di tingkat nasional.
“Kami memiliki Balai Penelitian Buah Tropika dan Penerapan Modernisasi Pertanian, kedua Balai ini kamin dorong untuk segera memvalidasi dan sertifikasi metode penanaman tersebut. Jika memang memberikan kontribusi yang cukup, kami mendorong dapat dikembangkan di seluruh Indonesia,” kata Yudi Sastro.
Diketahui, sistem budidaya padi SPM menjadi salahsatu solusi atas ketergantungan air serta pupuk anorganik oleh petani lokal. Metode penanaman yang populer dikembangakan petani Kabupaten Agam, sejak 2021 tersebut memanfaatkan jerami limbah panen sebagai mulsa tanpa olah tanah dan mampu menghasilkan panen dengan kualitas baik dan tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....