Bima Arya Kunjungi Padang, Percepat Koperasi Merah Putih

  • 31 Mei 2025 07:09 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang, Kamis (29/5/2025). Kunjungan itu untuk percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih Anduring, Kecamatan Kuranji. Koperasi tersebut memiliki program unggulan berupa budidaya maggot. Selain itu, terdapat pula sejumlah unit usaha lain, seperti program daur ulang, distribusi gas LPG, produksi es kristal, distribusi sembako dan kebutuhan pokok, distribusi bahan pertanian, serta distribusi pakan ternak.

Bima Arya menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. "Mari kita sejahterakan warga, pemerintah harus hadir dari bawah. Rakyat yang sehat dan bisa bekerja butuh dukungan nyata," katanya saat berdialog percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Masjid Al- Bahri, Anduring.

Menurutnya, koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggota, sebagaimana menjadi cita-cita pendiri bangsa. Pada 12 Juli mendatang, direncanakan peluncuran resmi Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Didi Aryadi, mengatakan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. "Kita semua memahami koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional. Di tengah tantangan ekonomi yang tidak menentu, peran koperasi semakin penting dalam memberikan akses pembiayaan yang adil, terjangkau, dan berkelanjutan bagi anggotanya, termasuk pelaku UMKM," katanya.

Ia menegaskan kehadiran koperasi ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal. "Saat ini, terdapat 791 koperasi di Kota Padang, mayoritas bergerak di sektor simpan pinjam. Kehadiran Koperasi Merah Putih akan menambah variasi jenis koperasi, sehingga tidak hanya terfokus pada simpan pinjam, tetapi juga sektor produktif lainnya," ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Padang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp260 juta untuk biaya pembuatan akta notaris. Diharapkan, dengan adanya anggaran tersebut, proses administrasi pembentukan koperasi dapat segera diselesaikan. (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....