Pemko Padang Siap Sukseskan Optimalisasi Penanaman Jagung

  • 14 Jan 2025 14:12 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pemerintah Kota (Pemko) Padang memastikan siap menyukseskan optimalisasi penanaman jagung. Hal ini demi mendukung swasembada pangan di tahun 2025.

Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar menyampaikan, Kota Padang saat ini memiliki lahan terbuka seluas 136 hektar. Lahan ini berpotensi untuk mendukung optimalisasi penanaman jagung nantinya.

"Lahan ini terbagi di 11 kecamatan. Didominasi 2 kecamatan yakni Pauh dan Lubuk Kilangan," ujarnya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan, yang digelar secara daring Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), Senin (13/1/2025).

Rakor ini diikuti Pj Wali Kota bersama Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap dan jajaran secara daring di Ruangan Rupattama Mapolresta Padang. Rakor ini merupakan upaya sinergi antara Polri dan Kementan RI dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui optimalisasi program penanaman jagung di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri telah aktif sejak 2015 dalam pengawasan dan pengelolaan lahan pertanian sebagai bagian dari kebijakan ketahanan energi dan pangan nasional. "Kami siap bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada jagung dengan luas lahan tanam mencapai 670.000 hektar pada tahun 2025," katanya.

Mentan RI Andi Amran Sulaiman berharap, melalui optimalisasi program penanaman jagung ini terwujud proyeksi tambahan produksi mencapai 4 juta ton di 2025. Angka tersebut diharapkan meningkatkan hasil panen hingga 25 persen dibandingkan kondisi saat ini.

"Inisiatif ini sejalan dengan visi bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian petani. Pemerintah optimis target swasembada jagung ini dapat tercapai, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi nasional," ujarnya. (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....