Sepele, Ini Penyebab Daging Jadi Alot

  • 03 Jun 2025 16:54 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Daging yang alot atau keras sering menjadi masalah saat dimasak, terutama dalam hidangan tradisional yang membutuhkan tekstur lembut. Meski sudah dimasak lama, tidak jarang hasilnya tetap keras dan sulit dikunyah.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan jenis daging, cara penyimpanan, hingga teknik pengolahan yang kurang tepat. Dilansir dari laman The Kitchn, salah satu penyebab utama daging menjadi alot adalah jenis potongan yang digunakan.

Bagian tubuh hewan yang sering bergerak, seperti paha, betis, dan leher, memiliki lebih banyak jaringan ikat dan serat otot yang kuat. Jika bagian ini tidak dimasak dengan cara khusus, teksturnya akan tetap keras meskipun dimasak lama.

Selain itu, kesalahan saat memotong daging juga berperan besar. Daging yang dipotong searah serat otot akan menghasilkan potongan yang sulit dikunyah karena seratnya tetap utuh.

Memotong daging melawan arah serat sangat penting untuk membantu memutus jaringan otot dan membuatnya lebih empuk saat dimasak. Teknik memasak yang kurang tepat juga bisa menyebabkan daging menjadi alot.

Memasak dengan suhu tinggi dalam waktu singkat, seperti langsung digoreng atau dibakar, sering kali membuat lapisan luar daging mengeras sementara bagian dalamnya belum sempat melunak. Daging memerlukan waktu dan suhu yang tepat agar serat dan jaringan ikatnya bisa terurai secara perlahan.

Penyebab lainnya adalah penggunaan daging yang terlalu segar atau belum cukup diistirahatkan setelah pemotongan. Daging segar biasanya masih mengalami proses rigor mortis, yaitu fase otot menjadi kaku setelah kematian hewan. Jika langsung dimasak dalam kondisi ini, teksturnya akan sulit empuk karena otot belum mengendur secara alami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....