Jenis Puasa Sunnah Dzulhijjah yang Penuh Keberkahan

  • 28 Mei 2025 07:17 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal libadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat puasa Dzulhijjah.

Dilansir dari baznaz.go.id, dalam ajaran Islam, niat puasa sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Meski demikian, terdapat keringanan dalam hal ini untuk puasa sunnah.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berniat puasa sunnah di pagi hari setelah memastikan bahwa beliau belum makan atau minum. Oleh karena itu, para ulama memperbolehkan seseorang untuk berniat puasa sunnah di pagi hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri.

Puasa di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar, dan sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Ada beberapa jenis puasa yang biasa dilakukan dalam sembilan hari pertama bulan ini, yaitu:

1.Puasa Sembilan Hari Pertama Dzulhijjah

Puasa ini dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Amalan ini sangat dianjurkan karena hari-hari tersebut termasuk waktu yang dicintai oleh Allah SWT, sehingga setiap amal ibadah yang dilakukan akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

2.Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Dilakukan sehari sebelum puasa Arafah, puasa ini diyakini memiliki banyak keutamaan, meskipun tidak semua ulama menganggapnya sunnah muakkad. Umat Islam tetap dianjurkan untuk melaksanakannya sebagai bentuk ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.

3.Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Ini adalah puasa yang paling utama di antara seluruh puasa sunnah Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Namun, puasa ini tidak dianjurkan bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah, karena mereka disunnahkan untuk menjaga kekuatan fisik selama menjalani ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, puasa Dzulhijjah tidak hanya menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga magrib. Umat Islam juga diajak untuk memperbanyak ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperbanyak doa, serta bersedekah. Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....