Kelezatan Autentik Uli Bakar Khas Lembang yang Bikin Ketagihan

  • 29 Sep 2026 08:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Berwisata ke kawasan dataran tinggi Lembang, Kabupaten Bandung Barat, rasanya kurang lengkap tanpa memanjakan lidah dengan deretan kuliner tradisionalnya. Di tengah udara pegunungan yang terkenal sejuk hingga menusuk tulang, tersaji sebuah camilan legendaris yang selalu dicari para pelancong. Adalah uli bakar atau yang juga sering disebut ketan bakar, primadona kuliner malam yang menawarkan kelezatan sederhana namun membekas di hati.

Jajanan tradisional ini terbuat dari beras ketan pilihan yang diolah secara saksama bersama santan kelapa dan garam hingga menghasilkan tekstur yang pulen. Adonan ketan yang telah matang kemudian dicetak pipih dalam wadah khusus, didinginkan agar memadat, lalu dipotong-potong menyerupai balok sebelum siap dipanggang. Proses pengolahannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional menjadi kunci utama kelezatan yang terjaga dari masa ke masa.

Aroma harum khas bakaran langsung menguar di udara begitu potongan-potongan uli diletakkan di atas bara api arang yang menyala merah. Para penjual biasanya dengan telaten mengipas arang sambil membolak-balikan uli hingga permukaan luarnya berubah warna menjadi kecoklatan dan sedikit renyah. Suara desisan santan yang terkena bara api berpadu dengan kepulan asap tipis menciptakan suasana khas pedesaan Sunda yang begitu menggugah selera.

Sensasi menyantap uli bakar Lembang terletak pada kontras tekstur di setiap gigitannya. Bagian luar uli terasa agak garing dan renyah akibat sentuhan panas arang, sementara bagian dalamnya tetap lembut, padat, serta memiliki tekstur lengket yang khas. Rasa gurih alami dari santan kelapa yang berpadu dengan proses pembakaran arang memberikan dimensi rasa smoky yang sangat unik dan memanjakan indra perasa.

Kenikmatan uli bakar ini semakin sempurna tatkala disajikan bersama beragam pilihan bumbu pendamping autentik. Umumnya, penjual menyajikan uli bakar hangat dengan taburan serundeng kelapa yang manis gurih atau lumuran sambal oncom pedas yang menggigit. Di beberapa tempat, ada pula yang menyajikannya dengan bumbu kacang kental bercita rasa gurih manis mirip bumbu siomay, memberikan kebebasan bagi penikmatnya untuk memilih sesuai selera.

Tradisi menikmati uli bakar di Lembang biasanya paling pas dilakukan pada sore menjelang malam hari. Menyeruput secangkir teh manis panas, kopi hitam, atau bandrek rempah khas Sunda sambil melahap uli bakar yang masih mengepulkan uap panas adalah definisi ketenangan yang sesungguhnya. Perpaduan kehangatan makanan dan minuman tradisional ini seketika mampu mengusir hawa dingin dataran tinggi Lembang.

Bagi Anda yang berencana menghabiskan akhir pekan di wilayah Bandung dan sekitarnya, berburu uli bakar di sepanjang jalan utama atau pasar tradisional Lembang wajib masuk dalam agenda. Selain harganya yang sangat bersahabat di kantong, kuliner ini menawarkan nilai nostalgia budaya lokal yang kaya akan cita rasa. Sebuah kelezatan sederhana yang membuktikan bahwa kuliner tradisional Nusantara tidak pernah kehilangan pesonanya di tengah gempuran makanan modern.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....