Unand Siapkan Rendang Berbasis Riset Tembus Global
- 16 Sep 2026 14:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) mendorong percepatan hilirisasi rendang melalui kolaborasi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memenuhi standar pasar internasional. Penguatan tersebut mencakup keamanan pangan, peningkatan kualitas, teknologi pengolahan, hingga peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha rendang.
Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arief mengatakan, perguruan tinggi memiliki sumber daya riset dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu serta daya saing rendang. Hal itu disampaikan dalam Dialog Interaktif Academia, Business, Government (ABG) untuk Akselerasi Produk Gastronomi Nusantara di Gedung Rektorat Unand, Kampus Limau Manis, Selasa 15 September 2026.
Menurut Syukri, Unand memiliki fakultas, program studi, pusat riset pangan, LPPM, Direktorat Hilirisasi, dan Science Techno Park yang dapat mendukung pengembangan produk. Fasilitas dan kepakaran tersebut dapat digunakan untuk riset, pelatihan, pendampingan, serta pengujian produk sebelum dipasarkan lebih luas.
“Dengan kepakaran yang dimiliki, Unand dapat mendorong pengembangan produk agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing. Teknologi perguruan tinggi juga diperlukan untuk meningkatkan daya tahan rendang dengan tetap menjamin keamanan pangan berdasarkan hasil pengujian ilmiah," ucapnya.
Syukri menambahkan Unand juga mendorong pendokumentasian lebih dari 100 jenis rendang Minangkabau melalui penyusunan buku yang dapat menjadi rujukan ilmiah dan budaya. Dokumentasi tersebut sekaligus diarahkan menjadi dasar inovasi produk dan pengembangan rendang melalui kolaborasi akademisi, usaha, komunitas, dan pemerintah.
Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar mengatakan rendang memiliki peluang besar dikembangkan sebagai produk gastronomi karena memiliki identitas lokal yang kuat dan telah dikenal secara internasional. BPOM mencatat lebih dari 135 ribu produk telah memiliki nomor izin edar, sedangkan jika digabungkan dengan produk berizin PIRT jumlahnya mendekati 800 ribu produk pangan.
“Rendang memiliki identitas yang kuat dan sudah mempunyai branding internasional. Keamanan, kualitas, dan manfaat produk harus menjadi perhatian utama, termasuk mencegah risiko mikroorganisme, aflatoksin, dan Salmonella pada pangan," ujarnya.
Disamping itu, Ketua Himpunan Pengusaha Rendang Minang (HIPERMI) Rina mengatakan sebanyak 400 anggotanya menghadapi tantangan peningkatan kapasitas produksi dan pemenuhan standar pasar. Kebutuhan tersebut semakin penting untuk membuka peluang rendang memenuhi pasar haji, umrah, dan konsumen internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....