Lapek, Jajanan Tradisional Minangkabau yang Sarat Cita Rasa
- 13 Sep 2026 11:44 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner modern, makanan tradisional Minangkabau masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Sumatera Barat. Salah satunya adalah lapek, jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras atau beras ketan yang dibungkus menggunakan daun pisang dan memiliki beragam jenis serta cita rasa.
Lapek umumnya dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti tepung beras, beras ketan, kelapa, gula dan pisang, tergantung jenis lapek yang dibuat. Adonan kemudian dibungkus dengan daun pisang menggunakan bentuk khas sebelum dikukus hingga matang, sehingga menghasilkan aroma harum yang menjadi salah satu daya tariknya.
Di berbagai daerah di Sumatera Barat, lapek hadir dalam sejumlah variasi, di antaranya lapek bugih, lapek pisang, lapek sagan dan jenis lainnya. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, baik dari bahan, bentuk, tekstur maupun isian, tetapi secara umum tetap mempertahankan teknik pengolahan tradisional.
Salah satu yang cukup dikenal adalah lapek bugih, yang memiliki tekstur kenyal dengan cita rasa gurih dan manis. Penggunaan kelapa parut serta gula sebagai bagian dari bahan atau isian memberikan perpaduan rasa yang khas, sementara daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus turut memberikan aroma alami pada makanan.
Lapek tidak hanya dikenal sebagai kudapan sehari-hari, tetapi juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat Minangkabau. Hidangan ini dapat ditemukan dalam acara adat, kenduri, pertemuan keluarga hingga berbagai kegiatan sosial, sehingga keberadaannya tidak terlepas dari kehidupan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar makanan, lapek juga mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar. Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus, misalnya, menunjukkan pemanfaatan bahan alami yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Minangkabau.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan lapek menghadapi tantangan dari semakin banyaknya makanan modern dan jajanan kekinian. Karena itu, pelestarian lapek dapat dilakukan dengan memperkenalkannya kepada generasi muda sekaligus mengembangkan kemasan dan cara penyajiannya tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....