Kelezatan Jagung Bakar dengan Aroma Khas yang Menggugah Selera
- 27 Jul 2026 20:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebagai salah satu bahan pangan paling serbaguna di Indonesia, jagung selalu punya cara untuk memanjakan lidah kita. Di antara begitu banyaknya cara untuk menikmati jagung, jagung bakar tetap memegang posisi istimewa sebagai kuliner sederhana beraroma khas yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Di Kota Padang, keberadaan jagung bakar tidak hanya sekadar pemuas lapar, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya kuliner malam dan simbol kebersamaan. Hidangan ini sangat populer dijajakan di kawasan sudut kota, area wisata seperti sekitaran jembatan Siti Nurbaya, hingga tempat nongkrong saat udara mulai dingin.
| Baca juga: Kuliner Soto Padang dengan Kuah Kaldu Bening |
Untuk menghasilkan jagung bakar yang manis, renyah, dan tidak keras saat digigit, pemilihan bahan baku jagung adalah kunci utamanya berhasilnya memanggang jagung karena tidak semua jenis jagung cocok untuk dibakar.
Jenis jagung yang paling ideal untuk dibakar adalah jagung manis, karena memiliki kadar gula alami yang tinggi sehingga dapat terkaramelisasi dengan sempurna di atas bara api.
| Baca juga: Lembutnya Bolu Ketan Hitam dengan Keju Lumer |
Pemanggangan jagung dilakukan di atas bara api arang yang stabil atau kompor berapi sedang. Ini dilakukan demi menghindari nyala api besar langsung yang dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang.
Saat dipanggang, jagung perlu diputar secara berkala selama beberapa menit hingga warnanya berubah menjadi kuning cerah dan tampak setengah matang. Pada tahap inilah bumbu olesan pilihan, seperti racikan pedas manis, gurih, atau lainnya, dioleskan secara bertahap menggunakan kuas ke seluruh celah bulir jagung.
Jagung kemudian dipanggang kembali sambil terus diputar dan diolesi bumbu hingga memicu proses karamelisasi yang menghasilkan aroma asap khas dan yang menggugah selera. Setelah matang merata dalam kurun waktu sekitar 10 hingga 15 menit, jagung bakar siap diangkat dan disajikan selagi hangat.
Lebih dari sekadar kudapan pemuas rasa lapar, kehangatan jagung bakar akan selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan kenikmatan kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....