Keunikan Sejarah Dan Cita Rasa Juara Bubur Kampiun

  • 31 Des 2025 01:34 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Bubur Kampiun merupakan makanan tradisional khas Sumatera Barat yang selalu hadir sebagai menu sarapan favorit di berbagai bofet Minang. Hidangan ini sering ditemukan berdampingan dengan menu populer lainnya seperti lontong sayur serta pical dan juga menu soto Padang.

Konon hidangan ini lahir dari sebuah perlombaan kreasi bubur yang diadakan di Desa Jambu Air Bukittinggi sekitar tahun 60-an. Seorang peserta bernama Amai Zona datang terlambat serta mencampurkan seluruh sisa bubur menjadi satu sajian yang sangat tidak terduga.

Racikan bubur buatan Amai Zona secara mengejutkan berhasil memenangkan lomba serta membuat para juri merasa sangat terkesan akan rasanya. Nama kampiun diambil dari kata bahasa Inggris yaitu champion yang memiliki arti sebagai sang juara dalam ajang perlombaan tersebut.

Selaras dengan namanya hidangan ini memiliki cita rasa juara karena merupakan campuran dari berbagai jenis bubur tradisional yang berbeda. Penganan ini terdiri dari bubur sumsum serta bubur ketan hitam dan bubur candil yang dicampur menjadi satu kesatuan rasa.

Selain itu terdapat juga kolak pisang serta bubur srikaya dan bubur kacang hijau yang menambah kekayaan tekstur dalam porsi. Tambahan lupis ketan seringkali diberikan guna membuat rasa serta tekstur bubur kampiun menjadi semakin kaya bagi para pecinta kuliner.

Perpaduan rasa manis dari kolak pisang serta rasa kenyal dari bubur candil memberikan sensasi yang sangat memanjakan lidah kita. Rasa gurih dari bubur sumsum putih juga sangat efektif untuk mengenyangkan perut saat rasa lapar mulai melanda di pagi.

Tak hanya di Sumatera Barat saja kini bubur kampiun sudah mulai dikenal secara luas di berbagai daerah di Indonesia. Para pelaku usaha kuliner bahkan mulai menghadirkan inovasi kemasan modern guna menarik minat generasi muda tanpa meninggalkan rasa aslinya.

Popularitas bubur ini tidak pernah kalah saing meskipun banyak sekali jenis makanan modern yang mulai menjamur pada masa kini. Hal ini membuktikan bahwa keunikan rasa serta nilai budaya yang kuat membuat bubur kampiun tetap menjadi primadona kuliner tradisional.

Bubur ini juga sangat mudah ditemukan pada pasar tradisional serta festival kuliner maupun pasar takjil saat bulan suci Ramadan. Kehadirannya selalu dinantikan oleh banyak orang karena mampu memberikan energi tambahan setelah menjalani ibadah puasa selama satu hari penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....