Mengenal Lebih Dalam Penyakit Autoimun Lupus

  • 20 Sep 2024 10:35 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun kronis dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh. Penyakit ini dikenal sulit didiagnosis karena gejalanya yang bervariasi dan sering menyerupai penyakit lain.

Gejala lupus dapat berbeda-beda pada setiap individu. Dilansir dari laman Ditjen Yankes Kemenkes RI, ada beberapa gejala umum dari penyakit ini, antara lain bengkak dan nyeri pada sendi-sendi jari tangan, pusing atau sakit kepala, badan lemah dan kurang tenaga.

Kemudian terasa sesak napas, bercak kemerahan di wajah yang berbentuk kupu-kupu, demam tanpa sebab yang jelas, ruam atau memar tanpa sebab yang jelas. Selain itu juga memilki gejala rambut yang rontok, sariawan pada mulut serta BAK berbusa.

Penyebab lupus belum sepenuhnya diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan diyakini memiliki peran. Beberapa pemicu lupus yang diketahui meliputi paparan sinar matahari, infeksi, dan penggunaan obat tertentu.

Lupus dapat memengaruhi banyak organ, termasuk kulit, sendi, ginjal, otak, ataupun darah. Jika tidak ditangani dengan baik, lupus bisa menyebabkan kerusakan organ yang berpotensi fatal.

Pengobatan lupus bertujuan untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan seperti kortikosteroid, antimalaria, dan imunosupresan sering digunakan untuk mengelola gejala.

Dikutip dari laman RS Pondok Indah, dikarenakan lupus adalah penyakit yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan total, penderitanya harus mengelola gejalanya dengan baik. Manajemen gaya hidup, seperti menghindari pemicu dan menjaga pola hidup sehat, sangat penting bagi pasien lupus.

Kesadaran tentang lupus masih perlu ditingkatkan agar diagnosis dapat dilakukan lebih dini Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, kualitas hidup pasien lupus dapat ditingkatkan secara signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....