Merokok Tetap Menjadi Kebiasaan yang Merugikan

  • 20 Mei 2024 18:39 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Masih banyak yang menganggap bahwa merokok memiliki manfaat meskipun telah banyek penelitian medis menyatakan bahwa rokok justru merugikan bagi kesehatan. Ada yang berdalih bahwa merokok bisa mengurangi stres, meningkatkan keberanian, atau sebagai media mempererat pergaulan.

Dilihat dari sisi manapun, merokok adalah kegiatan yang merugikan tidak saja bagi diri sendiri, namun juga bagi orang lain. Banyak dampak negatif bagi kesehatan yang dirasakan baik oleh perokok aktif maupun bagi perokok pasif.

Dampak buruk utama dari merokok adalah bagi kesehatan. Secara medis, merokok dapat menyebabkan serangan jantung, infeksi tenggorokan, serangan asma, gangguan kehamilan, hingga risiko tinggi terkena kanker paru-paru.

Dihimpun dari beberapa sumber, tingkat kematian akibat merokok di Indonesia telah mencapai angka 57 ribu orang per tahun sementara di dunia telah mencapai 4 juta kematian setiap tahunnya. Bahkan diprediksi, pada tahun 2030 mendatang tingkat kematian akibat merokok di dunia akan mencapai angka 10 ribu orang tiap tahunnya.

Maka dari itu, kampanye menyerukan untuk berhenti merokok semakin sering dilakukan, tidak saja oleh LSM kesehatan, namun juga didukung oleh pemerintah. Salah satunya yaitu kebijakan pemerintah untuk menaikkan cukai rokok dengan harapan ketika harga jual rokok ikut naik, maka para perokok juga akan berhenti untuk membeli rokok.

Selain itu, pemerintah juga memulai untuk mempersempit ruang publik untuk merokok. Pada beberapa ruang publik seperti perkantoran, hotel, bandara, hingga ruang terbuka publik, sudah mulai diberlakukan aturan bebas asap rokok.

Hal ini dilakukan untuk menekan angka kematian karena rokok serta mengajak masyarkat untuk lebih sehat. Terlebih memberikan ruang yang lebih sehat bagi para perokok pasif agar tidak terkena dampak negatif dari merokok.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....