Batas Wajar Mengonsumsi Permen, Jangan Berlebihan

  • 30 Sep 2026 14:53 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Permen menjadi salah satu makanan manis yang mudah disukai, terutama oleh anak-anak. Rasanya yang manis membuat permen dapat dikonsumsi sebagai camilan, tetapi jumlah dan frekuensinya tetap perlu diperhatikan karena kandungan gula dalam permen ikut menyumbang asupan gula harian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi free sugars dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian, atau sekitar 50 gram setara 12 sendok teh gula pada pola makan 2.000 kalori per hari. WHO juga menyebut pengurangan hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Batas tersebut bukan berarti seseorang boleh mengonsumsi hingga 50 gram gula hanya dari permen. Gula dari berbagai makanan dan minuman sepanjang hari, termasuk makanan manis, minuman berpemanis dan produk olahan yang mengandung gula tambahan, semuanya perlu diperhitungkan dalam total asupan.

Karena itu, tidak ada angka universal seperti “boleh sekian butir permen setiap hari” yang berlaku untuk semua orang. Jumlah gula dalam setiap permen berbeda-beda, sehingga konsumen perlu melihat informasi kandungan gula pada label dan mempertimbangkan konsumsi makanan manis lainnya pada hari yang sama.

Konsumsi gula yang berlebihan juga berkaitan dengan kesehatan gigi. WHO menyatakan bukti menunjukkan konsumsi free sugars yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko karies gigi, sehingga membatasi gula menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan mulut.

Bagi orang tua, pengaturan konsumsi permen pada anak dapat dilakukan dengan tidak menjadikannya camilan yang tersedia sepanjang waktu. Anak juga dapat dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayuran, sumber protein dan makanan pokok, sementara makanan manis ditempatkan sebagai bagian kecil dari pola makan.

Waktu dan kebiasaan setelah mengonsumsi makanan manis juga perlu diperhatikan. Menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride secara teratur merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi, terutama ketika anak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Pada akhirnya, permen tidak harus sepenuhnya dihindari oleh orang yang sehat, tetapi konsumsinya perlu dibatasi dan tidak menggantikan makanan bergizi. Prinsip sederhananya adalah semakin sedikit gula bebas yang dikonsumsi, semakin mudah pula seseorang menjaga pola makan tetap seimbang dan mengurangi risiko kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi gula berlebihan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....