ILP Padang Diperkuat, Kader dan Tenaga Kesehatan Diminta Aktif Pantau Warga

  • 29 Sep 2026 13:28 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di setiap wilayah Kota Padang diperkuat melalui implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Penguatan tersebut menempatkan kader dan tenaga kesehatan sebagai bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan warga terpantau secara aktif hingga tingkat komunitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan penerapan ILP tidak hanya berfokus pada pelayanan di fasilitas kesehatan. Sistem tersebut juga mendorong kolaborasi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Posyandu, kader, serta lintas sektor dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat.

Menurut Srikurnia, salah satu bagian penting dalam penerapan ILP adalah Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Melalui pemantauan tersebut, kondisi kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah dapat diketahui secara lebih aktif sehingga kebutuhan pelayanan dapat ditindaklanjuti.

“Penguatan ini difokuskan pada pemahaman serta kolaborasi seluruh elemen terkait konsep pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini sangat penting,” katanya dalam kegiatan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas di ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa, 29 September 2026.

Ia menjelaskan, ILP diterapkan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, Pustu hingga Posyandu. Pelayanan kesehatan juga diarahkan berdasarkan siklus hidup sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani sesuai kelompok sasaran.

Penguatan lintas program dan lintas sektor diperlukan agar penerapan ILP tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Keterlibatan kecamatan, kader, organisasi profesi kesehatan dan unsur terkait lainnya menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Tarmizi Ismail, mengatakan dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memperbaiki sekaligus memperluas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan berbasis siklus hidup perlu dapat dijangkau masyarakat pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

“Penguatan dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Tujuannya agar pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup dapat terlayani dengan baik di setiap fasilitas pelayanan,” kata Tarmizi.

Penguatan implementasi ILP tersebut dilakukan melalui kegiatan yang diikuti camat se-Kota Padang, pimpinan Puskesmas, Ketua Pembina Posyandu Kecamatan, kader Pustu dan Posyandu, serta organisasi profesi kesehatan. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pemahaman dan koordinasi antarunsur yang terlibat dalam pelayanan kesehatan primer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....