Tanaman Patah Tulang Keriting Bermanfaat juga Berbahaya
- 30 Sep 2026 16:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, padang - Tanaman patah tulang keriting sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi atau diminum karena getahnya bersifat racun bagi tubuh. Meskipun secara turun-temurun tanaman ini dipercaya memiliki khasiat seperti meredakan batuk atau asma, bukti ilmiah mengenai keamanannya masih sangat terbatas.
Oleh karena itu, cara pemanfaatan yang aman dan lazim dilakukan hanyalah sebagai obat luar , bukan untuk ditelan.
Berikut adalah penjelasan mengenai cara penggunaan luar dan risiko bahayanya:
Getah Tanaman Patah Tulang
Jangan pernah menelan getah tanaman ini atau membiarkannya terkena area sensitif. Kandungan senyawa kimia di dalamnya dapat memicu efek samping berupa:
- Iritasi Kulit: Kontak langsung dengan getah dapat menyebabkan ruam, gatal-gatal, sensasi terbakar, dan peradangan kulit.
- Kerusakan Mata: Jika getah mengenai mata, dapat menyebabkan iritasi parah hingga risiko kebutaan.
- Iritasi Selaput Lendir: Sangat berbahaya bagi jaringan dalam mulut dan saluran pencernaan.
Cara Menggunakan sebagai Obat Luar (Tradisional)
Jika ingin menggunakannya untuk pengobatan luar, Anda harus melakukannya dengan sangat hati-hati. Beberapa cara pemanfaatan luar yang sering dilakukan di masyarakat :
- Mengeluarkan Duri atau Kaca: Teteskan sedikit getah tanaman pada area kulit yang tertusuk duri atau pecahan kaca. Getah ini dipercaya dapat membantu mendorong benda asing tersebut keluar dengan sendirinya.
- Membantu Meredakan Gejala Patah Tulang (Fraktur):
- Giling halus kulit luar dahan tanaman patah tulang, lalu tempelkan (kompres) di atas area tulang yang patah, kemudian balut dengan kain bersih.
- Cara lain: Haluskan 3/4 genggam tangkai dan daun patah tulang bersama 1 genggam daun srigi. Remas dengan 4 sendok makan air garam, lalu hangatkan sebentar. Gunakan campuran ini untuk melumuri bagian tubuh yang patah sebelum dibalut. Ganti ramuan ini 2 kali sehari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....