Kenali Hambatan Komunikasi Anak, Intervensi Dini Sangat Penting

  • 29 Sep 2026 08:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Mengenali perkembangan komunikasi anak sejak dini menjadi bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang berjalan sesuai tahapan usianya. Orang tua perlu memperhatikan respons anak terhadap suara, panggilan, interaksi, serta kemampuan berkomunikasi sebagai bagian dari pemantauan perkembangan.

Hal tersebut disampaikan Rahma Daniati, S.Pd, dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Padang bertema “Mari Mengenal Hambatan Komunikasi pada Anak”. Menurutnya, ketidaksesuaian perkembangan anak dengan tahapan usianya dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

“Jika di usia tertentu tidak sesuai dengan perkembangannya itu sudah menjadi alarm oleh orang tua. Misal seperti anak umur satu tahun itu kan sudah bisa sebenarnya dipanggil, nengok, merespon,” ujar Rahma.

Pemantauan tersebut penting karena kemampuan anak untuk bermain, belajar, berbicara, bertindak dan bergerak dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangannya. CDC menjelaskan bahwa tonggak perkembangan merupakan kemampuan yang dapat dilakukan oleh sebagian besar anak, dan daftar tonggak tersebut dapat digunakan orang tua untuk memantau perkembangan sekaligus menjadi bahan diskusi dengan tenaga kesehatan.

Pada usia sekitar satu tahun, misalnya, CDC mencantumkan sejumlah tonggak komunikasi seperti melambaikan tangan untuk mengatakan “bye-bye”, memanggil orang tua dengan sebutan tertentu, serta memahami kata “tidak”. Namun, daftar tonggak perkembangan bukan pengganti pemeriksaan perkembangan yang terstandar dan tervalidasi sehingga kekhawatiran orang tua sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga profesional.

Sementara itu, Fitria Masroza, S.Pd, Analis Peserta Didik UPTD LDPI, menekankan pentingnya memberikan stimulasi dan intervensi sedini mungkin ketika ditemukan adanya keterlambatan perkembangan. Menurutnya, semakin cepat dukungan diberikan, semakin besar kesempatan anak untuk mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.

“Semakin dini anak-anak yang kayak speech delay, semakin dini kita memberikan intervensi stimulus itu bisa membuat anak-anak itu menjadi cepat perkembangannya,” kata Fitria.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan WHO yang menempatkan deteksi dan intervensi dini sebagai bagian penting dalam mendukung anak dengan keterlambatan perkembangan. WHO pada 2026 juga menekankan bahwa anak dengan keterlambatan perkembangan atau disabilitas membutuhkan nurturing care dan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak serta melibatkan keluarga.

Intervensi dini tidak hanya berkaitan dengan layanan profesional, tetapi juga dukungan keluarga dalam aktivitas sehari-hari. WHO menjelaskan bahwa layanan intervensi anak usia dini dapat membantu keluarga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk terlibat dalam proses belajar sehari-hari, dengan keluarga dan tenaga profesional bekerja sebagai mitra dalam mendukung perkembangan anak.

Karena itu, orang tua diharapkan tidak menunggu sampai hambatan komunikasi semakin terlihat sebelum mencari bantuan. Mengenali tanda perkembangan, memberikan stimulasi yang responsif, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika muncul kekhawatiran dapat menjadi langkah awal untuk memastikan anak memperoleh dukungan yang sesuai sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....