Pemko Padang Panjang Libatkan Masyarakat Percepat Eliminasi TBC
- 19 Sep 2026 07:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang Panjang melibatkan masyarakat hingga tingkat kelurahan dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC). Melalui pengembangan Kelurahan Siaga TBC, dilakukan penguatan deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta pencegahan penularan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis yang digelar Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan di Auditorium Mifan, Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Gerakan Bersama Mengakhiri Tuberkulosis (GEBER TBC) melalui pengembangan Nagari/Kelurahan Siaga TBC di Kota Padang Panjang sebagai bagian dari upaya mencapai eliminasi TBC pada 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dr. Sonya Themiarto mengatakan, penanggulangan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah, tenaga kesehatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat, serta masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Penanggulangan TBC membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi harus ada dukungan dari seluruh sektor dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sonya, keberadaan Kelurahan Siaga TBC diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala TBC dan mendorong warga yang memiliki gejala untuk segera memeriksakan diri. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas.
Dukungan lingkungan dinilai penting untuk membantu keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penularan lebih lanjut. “Kami mengingatkan agar masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada pasien TBC. Pasien membutuhkan dukungan dan pendampingan agar dapat menjalani pengobatan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes. selaku narasumber, menekankan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan dasar dalam penanggulangan TBC. Menurutnya, pelayanan kesehatan dasar yang kuat dapat mendukung penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta upaya mencegah penularan TBC di masyarakat.
Ia mengatakan, upaya eliminasi TBC perlu dimulai dari kemampuan masyarakat mengenali gejala, segera melakukan pemeriksaan, dan mendapatkan pengobatan yang tepat hingga tuntas. “Ini perlu diperkuat dengan pendampingan terhadap pasien serta kepedulian lingkungan sekitar,” kata dr. Rizanda.
Melalui pengembangan Kelurahan Siaga TBC, Pemko berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat. Dengan keterlibatan berbagai unsur, upaya pencegahan, penemuan, dan pengobatan TBC diharapkan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan dalam mendukung target eliminasi TBC 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....