Penyebab Terjadinya Potensi Kelainan pada Organ Pernafasan
- 17 Sep 2026 22:18 WIB
- Padang
Poin Utama
- Gejala klinis khas penyakit paru meliputi batuk berulang, sesak napas, hingga nyeri dada yang sering kali diabaikan oleh masyarakat.
- Perokok aktif memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami kerusakan jaringan saluran pernapasan dan terserang penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Penderita penyakit menular diimbau memakai masker untuk mencegah penularan, serta membutuhkan dukungan penuh keluarga selama masa pengobatan.
RRI.CO.ID, Padang - Kesehatan organ pernapasan manusia merupakan salah satu kunci utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara optimal. Jika organ pernafasan seperti paru-paru bermasalah, turut memengaruhi kesehatan serta aktifitas apapun sebagai manusia.
Program Obrolan Kesehatan Pro 1 RRI Padang, mengangkat tema tentang kesehatan paru pada siaran hari Selasa, 15 September 2026. Menghadirkan narasumber kompeten yang merupakan dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, yang lebih menekankan pada diagnostik kasus penyakit paru.
dr.Oes Khairsyaf, SpP (K) selaku narasumber menjelaskan berbagai gejala klinis khas yang sering menyerang organ pernapasan. Gejala awal gangguan paru umumnya ditandai oleh batuk berulang, sesak napas, hingga nyeri di dada.
Menurut dokter Oes, banyak orang cenderung sering mengabaikan gejala tersebut karena menganggapnya sebagai hal biasa saja. Salah satu penyebab dari batuk berulang hingga nyeri di dada adalah kebiasaan merokok.
Kebiasaan ini sering kali menjadi kambing hitam utama penyebab rusaknya jaringan saluran pernapasan secara perlahan. Dokter Oes secara detil menjelaskan, perokok aktif memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena penyakit paru obstruktif kronis.
Selain rokok, paparan polusi udara dan debu jalanan juga berkontribusi besar dalam memicu peradangan serta infeksi pada saluran pernapasan manusia. Masyarakat sering kali keliru dalam membedakan antara sesak napas akibat gangguan paru-paru dan masalah kesehatan yang berasal dari organ jantung.
Pemeriksaan medis secara rutin sangat diperlukan guna mendeteksi secara dini berbagai potensi kelainan pada organ pernapasan. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena fasilitas diagnostik di rumah sakit rujukan utama tersebut kini sudah sangat lengkap.
Kasus penularan penyakit tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi masyarakat di berbagai daerah. Saat ini, pemerintah telah menyediakan fasilitas pemeriksaan tes cepat molekuler secara gratis di puskesmas.
Penderita batuk lebih dari 2 minggu harus segera memeriksakan diri untuk memastikan ada tidaknya infeksi tuberkulosis. Proses pengobatan penyakit tersebut membutuhkan kedisiplinan tinggi selama minimal 6 bulan penuh.
Khusus kaum wanita pengguna jilbab diingatkan agar senantiasa berhati-hati saat merapikan kerudung menggunakan jarum pentul kecil. Kebiasaan menggigit jarum pentul sering memicu kasus benda asing masuk paru, namun tim medis dapat mengeluarkan jarum pentul dari dalam saluran pernapasan pasien melalui prosedur bronchoscopy khusus.
Menjaga kebugaran paru dapat dilakukan dengan cara rutin berolahraga ringan seperti jalan santai ataupun berenang. Jika aktivitas fisik ini dilakukan secara teratur dapat membantu melatih kapasitas fungsi pernapasan bekerja secara maksimal.
Penggunaan masker pelindung sangat dianjurkan bagi penderita penyakit menular agar tidak menularkan kuman kepada orang lain. Masyarakat juga diimbau untuk tidak pernah merasa malu apabila sedang menjalani proses pengobatan penyakit paru menular.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....