Pemko Padang Matangkan Persiapan Penilaian Kota Sehat 2026
- 18 Sep 2026 04:53 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang mematangkan persiapan menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2026. Salah satu fokus yang dilakukan yakni menyamakan persepsi sekaligus melengkapi data dukung pada setiap indikator penilaian.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Penginputan Data Capaian KKS Kota Padang Tahun 2026 melalui aplikasi Swasti Saba dan SIPANTAS di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang, Kamis, 17 September 2026. Rapat diikuti Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar, organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu KKS serta dari tingkat kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian dari tahapan yang telah disusun dalam timeline penilaian Kota Sehat. Pemko Padang mulai mematangkan persyaratan sebagai persiapan menghadapi penilaian tingkat provinsi tahun ini dan nasional pada 2027.
“Kegiatan kami hari ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah kita buatkan timeline terkait dengan penilaian Kota Sehat. Karena memang harapan kami untuk tahun 2027 nanti, penilaian dari pusat, Kota Padang mendapatkan Swasti Saba Wistara,” ujar Srikurnia.
Menurutnya, persiapan tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan setiap indikator Kota Sehat didukung data yang sesuai. Terlebih, Pemko Padang baru menerima informasi terkait penilaian Kota Sehat tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan tahun ini sebagai bagian dari pembinaan menuju penilaian nasional.
“Kami juga baru dapat informasi minggu yang lalu sosialisasi dari Bappeda Provinsi bahwa ada penilaian Kota Sehat tingkat provinsi yang akan dilaksanakan tahun ini. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh provinsi untuk melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, sehingga nanti begitu penilaian nasional, kabupaten/kota sudah siap,” katanya.
Dalam rapat tersebut, OPD pengampu diminta mencermati kembali data dan dokumen yang telah diinput melalui aplikasi Swasti Saba dan SIPANTAS. Pembahasan juga mencakup kelengkapan dokumen, indikator penilaian, serta penentuan titik dan objek pantau yang akan diverifikasi.
“Dalam rapat ini kami mengundang seluruh keyperson masing-masing OPD, kemudian mengundang juga keyperson dari kecamatan. Di diskusi dan penilaian dokumen yang sudah kita laksanakan penginputannya di aplikasi Swasti Saba, ini semua yang kami bicarakan dokumen, kemudian kelengkapan dari dokumen, kemudian nanti titik pantau, objek pantau yang harus kami tentukan,” kata Srikurnia.
Srikurnia mengaku optimistis melihat sinergi dan kolaborasi antar-OPD dalam persiapan tersebut. Ia berharap pelaksanaan program Kota Sehat tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Kami optimistis. Dilihat dari diskusi tadi, kawan-kawan kami dari OPD sudah memberikan masukan, diskusinya cukup alot. Sinergi dan kolaborasi antara OPD pengampu Kota Sehat sangat kelihatan. Harapan kami dengan apa yang kita laksanakan, Kota Padang menjadi kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk seluruh masyarakat Kota Padang,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar mengingatkan seluruh OPD pengampu untuk memenuhi batas waktu penginputan data capaian KKS. Data tahun 2026 ditargetkan telah disampaikan paling lambat 30 September 2026 sebelum dilakukan verifikasi oleh Tim Pembina Provinsi Sumatera Barat pada 9 Oktober 2026.
“Kami menyampaikan kepada OPD pengampu bahwa 30 September batas maksimalnya. Mereka harus memberikan data kami untuk data 2026, dan 9 Oktober akan diverifikasi oleh tim pembina Provinsi Sumatera Barat,” kata Rukayah.
Setelah verifikasi tingkat provinsi, dokumen yang memenuhi persyaratan akan diteruskan untuk penilaian tingkat nasional. Verifikasi tingkat pusat dijadwalkan pada April 2027, dilanjutkan presentasi oleh Wali Kota Padang dan kunjungan lapangan atau field evaluation yang diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2027.
Rukayah menyebut capaian Kota Padang pada penilaian sebelumnya menjadi salah satu modal untuk menghadapi tahapan berikutnya. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga sinergi agar target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan.
“Tahun kemarin kami dapat peringkat satu di provinsi. Tentunya kami berharap tahun ini dan 2027 nanti kembali mendapat peringkat satu untuk provinsi serta meraih Swasti Saba Wistara pada penilaian tingkat nasional tahun 2027,” ujarnya.
Pemko Padang bersama FKS selanjutnya terus mendorong OPD dan kecamatan pengampu memastikan setiap indikator memiliki data dukung yang memadai serta titik dan objek pantau yang siap diverifikasi. Persiapan tersebut diharapkan memperkuat keberlanjutan program Kota Sehat dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....