RSUP M.Djamil Padang Tingkatkan Keselamatan Pasien lewat Pelatihan PPI

  • 17 Sep 2026 08:27 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr. M. Djamil Padang tingkatkan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk menekan risiko penularan di lingkungan pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan melalui Pelatihan PPI bagi sumber daya manusia rumah sakit yang berlangsung secara blended learning pada 16–18 September 2026 secara daring dan 21–22 September 2026 secara luring di Gedung Diklat rumah sakit setempat.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP M. Djamil Padang, Maliana mengatakan, pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan yang berkaitan langsung dengan keamanan pelayanan, mulai dari kebijakan PPI, keselamatan pasien, strategi pengendalian infeksi hingga kewaspadaan isolasi. Materi lainnya mencakup mikrobiologi dan virologi dasar, epidemiologi Health Care Associated Infections (HAIs), surveilans HAIs, Infection Control Risk Assessment (ICRA), bundles HAIs serta monitoring program PPI.

Maliana menyampaikan PPI tidak dapat dipandang hanya sebagai pemenuhan kompetensi tenaga rumah sakit, karena penerapannya berkaitan langsung dengan mutu dan keselamatan pelayanan. Menurutnya, risiko infeksi dapat terjadi setiap hari dan berpotensi berdampak tidak hanya kepada pasien, tetapi juga tenaga kesehatan, keluarga pasien, pengunjung hingga seluruh orang yang beraktivitas di rumah sakit.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi persyaratan kompetensi atau menambah pengetahuan. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ucapnya, Rabu, 16 September 2026.

Ia menegaskan penerapan PPI membutuhkan keterlibatan seluruh unsur rumah sakit dan tidak bisa hanya dibebankan kepada Tim atau Instalasi PPI. Dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, radiografer, tenaga gizi, farmasi, kesehatan lingkungan serta tenaga pendukung lainnya memiliki peran dalam mencegah dan mengendalikan risiko infeksi.

“PPI harus menjadi cara kita bekerja, bukan hanya menjadi materi yang kita pahami di ruang pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus dibawa kembali ke unit kerja, diterapkan, dikomunikasikan kepada rekan kerja, dan menjadi bagian dari budaya pelayanan,” ujarnya.

Maliana terus mendorong hasil pelatihan diterapkan dalam setiap proses pelayanan agar keselamatan tidak berhenti pada kebijakan tertulis, tetapi menjadi perilaku kerja seluruh sumber daya manusia. Penguatan PPI juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit rujukan tersebut menjaga mutu layanan dengan memastikan setiap tindakan diberikan secara aman, selain mengandalkan kecepatan pelayanan dan teknologi yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....