Pasca Pandemi, Puskesmas Hadapi Tantangan Edukasi Imunisasi
- 31 Agt 2026 08:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Berbicara tentang imunisasi sebuah kata yang sangat familiar di telinga masyarakat. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber imunisasi merupakan proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh untuk membentuk kekebalan aktif terhadap penyakit infeksi tertentu.
Puskesmas di Kota Padang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bayi dan balita pascapandemi COVID-19. Arus informasi di media sosial yang tidak seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya dinilai turut memengaruhi keputusan orang tua dalam memberikan imunisasi kepada anak.
Kepala UPTD Puskesmas Lubuk Buaya Padang, dr. Muhammad Fardhan mengatakan, kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Saat itu, pemberian imunisasi kepada bayi dan balita relatif tidak mendapat penolakan dari orang tua.
“Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi terkait kesehatan, termasuk imunisasi. Namun sayangnya tidak seluruh informasi yang beredar di media sosial dapat dijadikan rujukan karena kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhammad Fardhan, Senin, 31 Agustus 2026.
Fardhan menilai masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi kesehatan. Ia mengimbau orang tua menggunakan sumber resmi, seperti Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebagai rujukan dalam memperoleh informasi mengenai imunisasi.
Ia menyebut, penolakan terhadap imunisasi masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas kesehatan di lapangan. Padahal, edukasi telah dilakukan secara langsung kepada keluarga maupun melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“Puskesmas juga sudah menggandeng tokoh masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam memberikan pemahaman mengenai manfaat imunisasi. Upaya ini dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat sekaligus mengubah persepsi yang keliru mengenai imunisasi,” katanya.
Muhammad Fardhan berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan informasi yang tepat dan pemahaman yang baik, orang tua diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru serta semakin menyadari pentingnya imunisasi bagi perlindungan kesehatan bayi dan balita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....