Kabut Asap Terjadi, Ini yang Perlu Diperhatikan Masyarakat
- 31 Agt 2026 11:04 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan, sekaligus memperburuk kondisi orang yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap antara lain bayi dan anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung, asma, atau gangguan paru kronis. Karena itu, kelompok tersebut perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara mulai memburuk.
Hal pertama yang perlu diperhatikan masyarakat adalah memantau kualitas udara melalui informasi resmi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. Kemenkes menganjurkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika tingkat pencemaran meningkat dan lebih berhati-hati menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara.
Ketika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikulat dari udara tercemar. Kemenkes dalam protokol pencegahan polusi udara juga merekomendasikan penggunaan masker seperti KF94 atau KN95 ketika polusi udara tinggi karena partikel halus seperti PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kabut asap cukup pekat. Aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup sehingga berpotensi meningkatkan paparan terhadap polutan yang berada di udara.
Selain melindungi diri ketika berada di luar rumah, kualitas udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan. Kemenkes menganjurkan masyarakat menutup pintu, jendela dan ventilasi yang menjadi jalur masuk asap ketika kualitas udara di luar memburuk, serta menggunakan penjernih udara apabila tersedia.
Asupan cairan dan pola hidup sehat juga tidak boleh diabaikan selama kondisi kabut asap. Kemenkes menganjurkan masyarakat memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, mencuci tangan, serta menghindari rokok dan aktivitas lain yang dapat menambah polusi udara.
Masyarakat juga perlu memperhatikan munculnya keluhan kesehatan seperti batuk, pilek, mata merah atau perih, sakit kepala, hingga kesulitan bernapas. Jika keluhan mengganggu atau kondisi kesehatan memburuk, terutama pada penderita penyakit paru dan jantung, masyarakat dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat juga perlu memastikan makanan dan air minum terlindungi dari paparan polutan. Kementerian Kesehatan mengingatkan agar penampungan air minum dan makanan ditutup dengan baik serta buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi.
Yang tidak kalah penting, masyarakat perlu mengikuti informasi dan arahan pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai kondisi kualitas udara dan penanganan kebakaran hutan serta lahan. Dengan mengurangi paparan asap, menjaga kondisi tubuh, dan segera mencari pertolongan ketika muncul gangguan kesehatan, risiko dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....