Wamen Lingkungan Hidup Soroti Sampah dan Iklim dalam Kuliah Umum Unand
- 23 Agt 2026 12:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengisi kuliah umum di Convention Hall Universitas Andalas (Unand) pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Tata Lingkungan 2026 Wilayah Barat dengan tema tata lingkungan berbasis daya dukung dan daya tampung pascabencana hidrometeorologis.
Dalam pemaparannya, Diaz menyoroti persoalan sampah, perubahan iklim, serta ancaman bencana hidrometeorologis yang semakin membutuhkan perhatian. Ketergantungan manusia terhadap sumber air sudah terlihat sejak peradaban tertua yang berkembang di sekitar aliran sungai.
“Sejak peradaban tertua, manusia hidup di hilir sungai. Ini membuktikan bahwa kebutuhan manusia terhadap air sangat tinggi, namun saat ini air banyak dicemari sampah dan pada akhirnya dapat tercemar mikroplastik,” ucapnya.
Diaz mengatakan persoalan lingkungan juga berkaitan erat dengan perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia melalui UNFCCC dan Paris Agreement. Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, ikut menekan emisi karbon melalui perubahan kebiasaan sehari-hari, termasuk meningkatkan penggunaan transportasi umum.
“Pengurangan emisi karbon bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita semua dapat berkontribusi melalui kebiasaan sehari-hari, salah satunya dengan lebih aktif menggunakan kendaraan umum,” ujarnya.
Diaz juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber sebagai langkah awal mencapai target Indonesia Bebas Sampah 2029. Teknologi pengolahan sampah tidak akan bekerja maksimal apabila sampah yang masuk ke sistem tidak dipilah sejak awal, sementara perkembangan teknologi seperti AI juga perlu memperhitungkan konsumsi energi dan air.
Sementara itu, Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi menegaskan pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. “Tata kelola lingkungan tidak boleh kontradiktif dengan pembangunan ekonomi, tetapi harus berjalan bersama. Pendekatan yang paling cocok adalah ekonomi lingkungan agar pembangunan dan ekonomi berjalan seimbang,” katanya.
Rektor Unand menyampaikan terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan melalui program zero waste, kerja sama lingkungan dengan berbagai pihak, serta pemulihan kawasan terdampak bencana. Salah satu upaya terbaru dilakukan dengan menanam 3.800 bibit pohon di daerah terdampak bencana sebagai bagian dari komitmen Unand terhadap pemulihan ekosistem dan penguatan tata kelola lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....