Siguntur Tua Perkuat Komitmen Pencegahan Stunting
- 10 Agt 2026 15:52 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Nagari Siguntur Tua, Kabupaten Pesisir Selatan, memperkuat komitmen pencegahan stunting melalui program Nagari Zero New Stunting. Komitmen tersebut didukung konsistensi pemerintah nagari dalam menempatkan kesehatan dan pemenuhan gizi sebagai bagian dari prioritas pembangunan.
Keseriusan tersebut turut diperkuat dengan masuknya Nagari Siguntur Tua sebagai salah satu dari delapan nagari terbaik dalam penanganan stunting dari total 182 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. Capaian itu dinilai mencerminkan keterlibatan pemerintah nagari bersama tenaga kesehatan dan masyarakat dalam melakukan pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan Agustina Rahmadani mengatakan keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus dilakukan secara konvergen hingga tingkat nagari.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Peran Pemerintah Nagari, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Kader Posyandu sangat krusial dalam memantau dan mendampingi keluarga berisiko stunting secara konsisten di lapangan,” ujar Agustina.
Ia mengapresiasi Pemerintah Nagari Siguntur Tua yang dinilai konsisten menjadikan isu kesehatan dan gizi sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, capaian masuk nominasi delapan nagari terbaik dapat menjadi modal untuk memperkuat inovasi dan intervensi pencegahan stunting di tingkat nagari.
“Kami sangat mengapresiasi Nagari Siguntur Tua yang sukses masuk nominasi delapan nagari terbaik di Pesisir Selatan. Ini bukti nyata komitmen wali nagari dan seluruh perangkatnya,” ujarnya.
Agustina berharap capaian tersebut dapat mendorong seluruh unsur di Nagari Siguntur Tua semakin aktif mendampingi keluarga yang berisiko mengalami stunting. Pemantauan sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 HPK dinilai penting untuk mencegah munculnya kasus baru.
Penguatan komitmen tersebut dilakukan melalui Rembuk Stunting di Nagari Siguntur Tua, Senin, 10 Agustus 2026. Kesepakatan ini diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi dan pembagian peran antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten hingga tingkat keluarga. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan munculnya kasus baru sekaligus mendukung terwujudnya generasi Pesisir Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....