Telur Setengah Matang dan Matang Manakah yang Lebih Sehat

  • 31 Jul 2026 22:06 WIB
  •  Padang
RRI.CO.ID,Padang - Telur matang lebih sehat dan aman daripada telur setengah matang karena penyerapan proteinnya lebih optimal dan bebas dari risiko bakteri berbahaya. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, praktis diolah, dan harganya relatif terjangkau.
Sebagian orang lebih menyukai telur rebus setengah matang karena teksturnya yang lembut, sementara lainnya memilih telur yang matang sempurna karena dinilai lebih aman dikonsumsi.
Lantas, apakah telur rebus setengah matang benar-benar lebih bergizi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jawabannya bergantung pada aspek yang dibandingkan.
⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠
Kelebihan Telur Matang
  • Bebas bakteri: Pemanasan sempurna membunuh kuman seperti Salmonella.
  • Protein utuh: Tubuh menyerap protein dan nutrisi secara maksimal.
  • Aman untuk semua: Sangat baik dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, serta orang lanjut usia.
Kelebihan Telur Setengah Matang
  • Vitamin terjaga: Sebagian vitamin dan antioksidan tidak rusak oleh panas tinggi.
  • Tekstur lembut: Terasa lebih cair dan gurih saat dicampur makanan lain.
  • Risiko kuman: Masih ada sisa bakteri jika telur tidak bersih atau kurang segar.

Dari sisi kandungan gizi, telur rebus setengah matang dan matang sempurna memiliki nilai yang hampir sama.Namun, jika mempertimbangkan keamanan pangan dan penyerapan protein, telur rebus matang sempurna lebih direkomendasikan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Sementara itu, bagi orang dewasa yang sehat dan mengonsumsi telur dari sumber yang terpercaya, telur setengah matang umumnya masih aman dikonsumsi. Meski begitu, memasak telur hingga matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman tanpa mengurangi manfaat gizinya secara berarti.

Perbedaan paling signifikan antara telur setengah matang dan matang sempurna terletak pada faktor keamanan pangan.Telur yang belum matang sepenuhnya masih berpotensi mengandung bakteri Salmonella, terutama jika proses penyimpanan dan penanganannya tidak dilakukan dengan baik. Infeksi bakteri ini dapat memicu diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....