Dokter RSUP Dr. M.Djamil Ingatkan Bahaya Hepatitis B Kronis
- 30 Jul 2026 08:25 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- RSUP Dr. M.Djamil Padang mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh infeksi hepatitis B. Penyakit tersebut dapat berkembang menjadi kronis dan berujung pada sirosis hati hingga kanker hati yang berisiko menyebabkan kematian.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RSUP M. Djamil Padang, Dr. dr. Saptino Miro, SpPD-KGEH, FINASIM, mengatakan, hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang menjadi beban kesehatan global karena angka komplikasi dan kematiannya masih tinggi.
"Hepatitis B kalau sudah kronis itu akan berakibat fatal, bisa menjadi sirosis hati yang dikenal masyarakat sebagai penyakit liver atau berkembang menjadi kanker hati. Inilah penyebab kematian akibat hepatitis B yang cukup signifikan," ujar Saptino dalam program Ruang Kesehatan RRI Pro 1 Padang, Selasa 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit hati berlemak, hingga gangguan autoimun. Namun, kasus yang paling banyak dijumpai berasal dari infeksi virus hepatitis, terutama tipe A, B, dan C.
Menurutnya, hepatitis B menjadi perhatian khusus karena tidak hanya menimbulkan infeksi akut, tetapi juga dapat berubah menjadi kronis. Kondisi kronis ditandai dengan masih terdeteksinya virus di dalam darah setelah lebih dari enam bulan sejak terinfeksi.
Saptino menyebut sekitar 90 hingga 95 persen penderita hepatitis B akut dapat sembuh sempurna. Sementara sekitar 5 hingga 10 persen lainnya berkembang menjadi hepatitis kronis dan membawa virus tersebut seumur hidup.
"Kalau kronis itu biasanya selama hidupnya dia akan menderita hepatitis. Ini yang menjadi bahaya karena kemudian bisa berkembang menjadi sirosis hati maupun kanker hati," ujarnya.
Selain deteksi dini, menurut Saptino vaksinasi hepatitis B juga dinilai menjadi langkah efektif untuk mencegah infeksi. Menurutnya, masyarakat yang hasil pemeriksaannya masih negatif disarankan mendapatkan imunisasi agar terbentuk antibodi terhadap virus hepatitis B.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....