Puskesmas Air Santok Luncurkan Liga Matowa untuk Dukung Pemulihan ODGJ

  • 27 Jul 2026 11:09 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Puskesmas Air Santok, Kota Pariaman, meluncurkan inovasi Liga Matowa (Libatkan Keluarga Memantau Pengobatan Jiwa) untuk meningkatkan kepatuhan berobat bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Melalui inovasi tersebut, keluarga dilibatkan secara aktif dalam mendampingi, memantau, dan memberikan dukungan selama proses pengobatan pasien.

Kepala Puskesmas Air Santok, Isneli Warni, kepada RRI pada Senin 27 Juli 2026 mengatakan ODGJ merupakan individu yang mengalami gangguan pada kondisi kejiwaan sehingga memengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan mengelola emosi. Kondisi tersebut kerap membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Menurut Isneli, pengobatan yang dilakukan secara teratur menjadi kunci agar kondisi pasien tetap stabil dan kualitas hidupnya meningkat. Karena itu, keterlibatan keluarga sangat penting untuk memastikan pasien tetap menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"Melalui Liga Matowa, kami memberdayakan keluarga sebagai sistem pendukung utama pasien. Keluarga tidak hanya mendampingi, tetapi juga memahami penyakit jiwa, cara pemberian obat yang benar, hingga membantu mengawasi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, keluarga dibimbing menerapkan metode 5M, yakni memonitor, memotivasi, mencatat, mengenali efek samping obat, dan melaporkan perkembangan kondisi pasien kepada petugas kesehatan. Seluruh aktivitas tersebut dicatat dalam tabel pemantauan yang diisi setiap hari.

Tabel pemantauan kemudian dibawa saat pasien menjalani kontrol rutin di Puskesmas. Dokter akan mengevaluasi kepatuhan minum obat, perkembangan kondisi pasien, serta memberikan resep lanjutan apabila diperlukan. Selain itu, petugas Puskesmas juga melakukan kunjungan rumah bagi pasien yang menghentikan pengobatan, menjalani tirah baring, atau mengalami efek samping obat.

Isneli menjelaskan keberhasilan Liga Matowa bertumpu pada tiga komponen utama, yakni kerja sama tim, penggunaan tabel pemantauan, serta konsistensi waktu dan tempat dalam menjalankan pengawasan pengobatan. Dengan pendekatan tersebut, risiko kekambuhan pasien diharapkan dapat ditekan sekaligus mendorong ODGJ menjadi lebih mandiri dan produktif.

Penerapan inovasi ini menunjukkan hasil yang positif. Puskesmas Air Santok mencatat adanya peningkatan jumlah pasien skizofrenia yang rutin menjalani pengobatan. Kepatuhan tersebut berdampak pada kondisi kesehatan yang lebih stabil, penurunan risiko kekambuhan, serta meningkatnya kualitas hidup pasien.

Melalui inovasi Liga Matowa, Puskesmas Air Santok berharap keluarga semakin berperan aktif sebagai mitra tenaga kesehatan dalam mendampingi ODGJ. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pemulihan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan pasien di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....