RS M. Djamil Perkuat Pengendalian Resistensi Antimikroba
- 25 Jul 2026 17:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – RSUP Dr. M. Djamil Padang memperkuat komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan Program Penatagunaan Antimikroba (PGA) atau Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan antibiotik secara rasional guna menekan laju resistensi antimikroba yang menjadi tantangan serius dalam pelayanan kesehatan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Penatagunaan Antimikroba yang digelar di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit di Sumatera Barat dan provinsi sekitar sebagai bagian dari penguatan implementasi PPRA di tingkat regional.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dovy Djanas, mengatakan, resistensi antimikroba merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan di dunia. Menurutnya, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan angka resistensi, memperpanjang masa perawatan pasien, menaikkan biaya pelayanan, hingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian.
Dovy menegaskan, keberhasilan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba tidak dapat dibebankan kepada satu profesi saja. Implementasi PPRA membutuhkan kolaborasi dokter, apoteker, perawat, tenaga laboratorium, tim pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen rumah sakit, serta seluruh tenaga kesehatan.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Dr. dr. Linosefa, Sp.MK, Dr. dr. Gestina Aliska, Sp.FK, dr. Fadrian, Sp.PD-KPTI, FINASIM, dan Dr. dr. Hj. Liliriawati Ariantta Kahar, Sp.An, Subsp.IC (K). Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar resistensi antimikroba, kebijakan nasional, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga strategi monitoring dan evaluasi implementasi PPRA di rumah sakit.
Dovy berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik pelayanan sehari-hari. Menurutnya, penggunaan antibiotik yang rasional harus menjadi budaya kerja agar berdampak nyata terhadap peningkatan keselamatan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit.
Selain meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, workshop juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antarrumah sakit dalam penerapan PPRA. RS M. Djamil pun menegaskan tekadnya menjadi rumah sakit rujukan sekaligus pusat pembelajaran penatagunaan antimikroba di lingkungan Kementerian Kesehatan melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....